Sejarawan Tak Menampik Bahasa Cirebon Terancam Punah, Ini Sejarah Sinngkat Lahirnya Bahasa Cirebon

Bahasa Cirebon terancam punah. Ini sejarah singkat lahirnya bahasa Cirebon.

Sejarawan Tak Menampik Bahasa Cirebon Terancam Punah, Ini Sejarah Sinngkat Lahirnya Bahasa Cirebon
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Sejumlah pelajar SMA mengikuti pemaparan materi bahasa Cirebon di Perpustakaan Daerah Kabupaten Cirebon, Kamis (21/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Bahasa Cirebon terancam punah. Bahasa Cirebon kini cenderung digunakan oleh warga berusia 50 tahun ke atas.

Menurut filolog Cirebon, Opan Safari, dari segi sejarah sebenarnya bahasa Cirebon memiliki banyak arsip dan naskah untuk dipelajari.

Berdasarkan catatan yang berhasil dikumpulkan dalam kumpulan naskah Pangeran Wangsakerta terdapat sekitar 12.000 naskah.

Namun dari jumlah itu, yang tersisa sekitar di bawah 100 naskah lantaran minimnya peneliti yang serius dalam menggali perjalanan sejarah tersebut.

Padahal, kata dia, Cirebon pada abad ke-2 hingga 5 masehi sudah ada kehidupan yang menandasi adanya bahasa ibu yang diawali di wilayah Kerandon oleh masyarakat India.

"Berdasarkan naskan yang tertulis di Pustaka Negara Kuta Bumi terdapat banyak bahasa, seperti Warisan Gangga Nadi, Sarwa Nadi, Pancaran, Mahakumbah, Martina Media, Giri, Ancala, Medi, dan lainnya. Jadi bahasa Cirebon adalah perpaduan dari serapan bahasa daerah luar negeri dan sifatnya meminjam," kata Opan Safari saat ditemui di Sumber, Cirebon, Minggu (3/3/2019).

Namun, kata Opan, pada tahun sekitar 535 M, hampir tidak ada catatan sejarah lagi karena adanya teori geologi yang pada masa itu adanya kegelapan sejarah disebabkan faktor alam.

Kemudian abad ke-14, sekitar tahun 1473 M, diawali dengan adanya muncul bahasa kembali di kawasan Bondet wilayah Gunungjati dengan diawali pembuatan pelabuhan Muara Jati yang dibangun masyarakat Sunda Galuh.

"Menyatunya bahasa Cirebon dengan lainnya yakni dengan cara pernikahan. Seperti bahasa Sunda terpengaruh bahasa Arab di masa Kanjeng Sunan Gunung Jati," katanya.

Halaman
12
Penulis: Siti Masithoh
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved