Sidang Komisi di Munas Alim Ulama NU Munculkan Pendapat Bisnis MLM Haram Karena Tiga Hal

NU mencium aroma pelanggaran terselubung yang berujung korban dari bisnis tersebut, baik yang dilakukan secara tatap muka maupun digital

Sidang Komisi di Munas Alim Ulama NU Munculkan Pendapat Bisnis MLM Haram Karena Tiga Hal
ISTIMEWA
Suasana Sidang Komisi Bahtsul Masail Waqiyyah Munas Alim Ulama NU di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Kamis (28/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, BANJAR - Dalam sidang komisi Bahtusl Masail Diniyah Waqi'iyah Munas Alim Ulama yang digelar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, bisnis money game model multi level marketing (MLM) dianggap haram.

NU mencium aroma pelanggaran terselubung yang berujung korban dari bisnis tersebut, baik yang dilakukan secara tatap muka maupun digital, baik mendapatkan legalitas dari pemerintah maupun tidak.

Pemimpin sidang komisi ini, Ustadz Asnawi Ridwan mengatakan, hukum bisnis money game model MLM, baik menggunakan skema piramida atau matahari, dan ponzi adalah haram.

Dia menjelaskan bisnis sistem MLM, baik yang menggunakan skema piramida maupun skema matahari, memiliki lima ketentuan.

Pertama, adanya uang pendaftaran atau dibarengi dengan pembelian produk yang merupakan syarat pula dalam mengikuti kegiatan penjualan berjenjangnya atau mencari mitra, dan dalam pendaftaran atau pembelian tersebut menghasilkan komisi atau bonus.

Munas Alim Ulama NU Rekomendasikan Buang Sampah Sembarangan Hukumnya Haram, Ini Alasannya

Kedua, adanya bonus-bonus yang didapatkan ketika jaringannya semakin banyak ke bawah hingga membentuk skema piramida.

Terkait skema matahari pada dasarnya bisa dikatakan dengan skema piramida ketika adanya ketergantungan pada setoran dari member baru untuk survive dan untuk menguntungkan member lama.

Ketiga, rancangan pemasarannya menghasilkan bonus atau komisi dan penghargaan lainnya berdasarkan dari kegiatan tertentu.

Keempat, pada dasarnya produk bisa didapatkan secara gratis atau dalam kasus lain harga produk jauh lebih murah atau dalam kasus lain manfaat produk tidak sesuai dengan apa yang diiklankan.

Halaman
12
Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved