Pembuat 100 Ribu Botol Sabun Cuci Piring Pesanan Jokowi Jatuh Sakit, Kelelahan Penuhi Pesanan

Pemenang tender 100 ribu botol sabun cuci piring senilai Rp 2 miliar dari Presiden Joko Widodo (jokowi), Eli Liawati langsung jatuh sakit

Pembuat 100 Ribu Botol Sabun Cuci Piring Pesanan Jokowi Jatuh Sakit, Kelelahan Penuhi Pesanan
Tribunjabar/Firman Wijaksana
Eli Liawati (37), bersama pendamping desa Program Keluarga Harapan (PKH) Eva Nuartifah menunjukkan produk sabun cuci piring produksi kelompok usaha bersama (KUBE) Padawangi di rumahnya, Kampung Cibitung, RT 07/01, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pemenang tender 100 ribu botol sabun cuci piring senilai Rp 2 miliar dari Presiden Joko Widodo (jokowi), Eli Liawati langsung jatuh sakit setelah menyelesaikan pesanan pembuatan sabun. Eli mengaku sudah sebulan lebih mengerjakan pesanan, ia pun sering merasa khawatir.

"Pikiran utamanya, takut pesanan tidak bisa memenuhi permintaan Pak Presiden," ujar Eli, Kamis (28/2/2019).

Badannya pun kelelahan karena sejak Presiden memesan pada 19 Januari 2019, ia sibuk mencari bahan baku dan peralatan. Eli pun memilih untuk beristirahat di rumah setelah pembuatan sabun cuci selesai.

"Enggak enak badan, kurang fit karena sibuk bikin sabun," ucapnya.

Pekerjaan pembuatan sabun itu dilakukan oleh 40 anggota Program Keluarga Harapan (PKH) dibantu tetangga Eli yang tak menerima PKH. Saat menerima modal awal sebesar Rp 100 juta, Eli dan Kubenya membuat sabun sebanyak 5 ribu botol.

Ia pun sempat kebingungan karena sudah tak memiliki modal. Akhirnya banyak perusahaan yang menawarkan untuk menyuplai bahan baku.

Ratusan Siswa SMAN 19 Bandung Demo, Pihak Sekolah Pungut Duit Rp 50 Ribu dari Siswa Miskin

"Saya ada kepercayaan beli 5 ribu botol dikasih 15 ribu botol. Beli bahan baku 1 kuintal dikasih 1 ton. Setelah itu baru dikasih uang lagi sama orangnya Pak Presiden Rp 400 juta. Uangnya langsung dibayar untuk bahan baku dan botol," ujarnya.

Tender yang diberikan Presiden itu seperti besar karena memesan hingga Rp 2 miliar. Padahal setelah dikerjakan, Eli mengaku modal untuk bahan baku, ongkos kerja, dan ongkos kirim sudah mencapai Rp 1,7 miliar.

"Kayaknya ada sisa sekitar Rp 300 juta lagi. Tapi kan belum saya terima. Kemarin saja baru Rp 1,5 miliar dikasih uangnya. Nunggu saja sekarang mah," katanya.


Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved