Dua Jenderal Ini Ajak Santri Ponpes Al Mizan Majalengka Perangi Hoaks

Dua jenderal yakni Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan Mayjen TNI Tri Soewandono mendatangi Pondok Pesantren Al Mizan, Kecamatan Jatiwangi

Dua Jenderal Ini Ajak Santri Ponpes Al Mizan Majalengka Perangi Hoaks
ISTIMEWA
Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Tri Soewandono (kanan), Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto (kedua kanan), dan pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan, KH Maman Imanulhaq (kiri), di hadapan para santri Pondok Pesantren Al Mizan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Kamis (28/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Dua jenderal yakni Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan Mayjen TNI Tri Soewandono mendatangi Pondok Pesantren Al Mizan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Kamis (28/2/2019).

Kapolda Jawa Barat dan Pangdam III/Siliwangi itu mengajak para santri untuk memerangi berita bohong atau hoaks.

Agung mencontohkan tindakan hoax seperti yang dilakukan tiga perempuan di Karawang.

Menurut dia, Fitnah yang mereka lakukan terhadap Presiden RI, Joko Widodo, tentu mengakibatkan kecemasan, kebencian, dan permusuhan masyarakat.

"Hoaks adalah perbuatan keji yang mengotori akal sehat, mengancam NKRI dan mencederai nilai kemanusian," ujar Agung Budi Maryoto.

Bahas Soal Hoaks, Maruf Amin Mengaku Diisukan Cipika-cipiki dengan Perempuan

Karenanya, kata Agung, muslim milenial harus menyatakan perang terhadap hoax.

Ia mengatakan, caranya ialah melakukan gerakan literasi media, memproduksi konten positif, melakukan cek dan ricek sebelum menyebarkan sebuah berita.

Sementara Mayjen TNI Tri Soewandono berpesan agar santri milenial harus mengedukasi masyarakat agar tidak termakan fitnah berita hoax.

"Kami berdua mengajak semua generasi milenial untuk perang melawan hoax. Apakah kalian siap?" kata Tri Soewandono kepada para santri.

Selanjutnya para santri pun secara serentak menjawab, "Siap."

Fakta-fakta di Sidang Perdana Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Pengasuh Ponpes Al Mizan, KH Maman Ilmanulhaq, menjelaskan mengenai ciri-ciri berita hoax.

Di antaranya, sumber berita tidak jelas, tidak berdasarkan data dan fakta, menyudutkan salah satu pihak, bermuatan fanatisme dan menghina pemimpin dan alat negara seperti Presiden, TNI serta Polri.

"Hoax adalah perbuatan keji atau faahisyah yang harus dilawan bersama," ujar Maman Imanulhaq.

Banyak Kritikan dari Bobotoh Soal Penampilan Lopicic, Pelatih Persib Tanggapi Begini

4 Bulan Kabur, Hilda Fauziah yang Menolak Dijodohkan Akhirnya Ditemukan di Kota Bandung [VIDEO]

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved