Warga dan Tokoh NU Berbondong-bondong Datangi Lokasi Munas-Konbes NU di Kota Banjar

Munas-Konbes NU bakal diikuti perwakilan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dari 34 provinsi, lembaga, dan badan otonom NU di tingkat pusat, serta para kiai d

Warga dan Tokoh NU Berbondong-bondong Datangi Lokasi Munas-Konbes NU di Kota Banjar
Tribun Jabar/ Isep Heri
Suasana jelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Rabu (27/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR, ID, BANJAR - Warga NU berbondong-bondong mendatangi lokasi Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Rabu (27/2/2019).

Sedari pagi warga dan tokoh-tokoh NU yang datang dari berbagai provinsi sudah memenuhi sekitar lokasi munas.

Menurut jadwal yang diterima Tribun Jabar, pembukaan dimulai pukul 13.00 WIB, dan akan dibuka langsung oleh Presiden Jokowi.

Munas-Konbes NU bakal diikuti perwakilan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dari 34 provinsi, lembaga, dan badan otonom NU di tingkat pusat, serta para kiai dari berbagai pesantren.

Forum yang digelar hingga 1 Maret 2019 ini mengangkat tema 'Memperkuat Ukhuwah Wathaniyah untuk Kedaulatan Rakyat'.

Munas juga dihadiri oleh para tokoh NU dan belasan ribu Nahdliyin dari Priangan Timur semisal Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Garut dan kabupaten-kabupaten lain.

Ketua Pelaksana Munas dan Konbes, Eman Suryaman, mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan membahas beragam persoalan keumatan mulai sampah plastik, pajak perusahaan daring (online), kekerasan seksual, perusahaan air dalam kemasan yang menyebabkan kekeringan, hingga konsep Islam Nusantara.

“Masalah sampah plastik merupakan persoalan serius yang harus segera ditangani. Memang dampaknya lambat-laun, tapi itu berkaitan langsung dengan kehidupan di muka bumi ini. Indonesia termasuk penyumbang sampah plastik terbesar di dunia, terutama ke laut,” ujarnya.

Mencoba Kesegaran Frozen Monkey di Kafe Day Dream

Bawa Mobil Plat Merah Saat Kampanye Sandiaga Uno, Wakil Ketua DPRD Bone Divonis Penjara

Para ulama, lanjut Eman, akan mengemukakan pendapatnya untuk menjawab pertanyaan bagaimana hukum membuang sampah plastik yang menyebabkan terganggunya sistem di muka bumi dan bagaimana pula hukum perusahaan yang memproduksinya.

“Para ulama akan membahas itu berdasarkan teks-teks kitab klasik yang selama ini diajarkan di pesantren-pesantren,” katanya.

Selain itu, di forum Konbes NU, akan dibahas persoalan internal NU pada komisi program, organisasi, dan rekomendasi.

Dia menambahkan, Munas dan Konbes NU merupakan amanat konstitusi NU. Forum tertinggi di NU setelah Muktamar ini dalam satu periode kepengurusan (selama 5 tahun) harus diselenggarakan minimal 2 kali.

Sebelumnya, Munas-Konbes NU dilaksanakan pada November 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Perhelatan tersebut menghasilkan usulan strategis, antara lain soal distribusi lahan, fiqih disabilitas, etika dakwah di era digital, dan lain-lain.

Marinus Wanewar dan Firza Andika Masuk Daftar Lima Pemain Terbaik Piala AFF U-22 2019

Kronologi Saling Tantang Antara Wiranto & Kivlan Zen, Dipicu Tudingan Soal Dalang Kerusuhan Mei 1998

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved