Pilpres 2019

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi Mengaku Tak Tahu di Mana Salahnya 3 Emak-emak di Karawang

Polisi menetapkan tiga perempuan relawan Prabowo-Sandiaga sebagai tersangka yang dijerat dengan UU ITE.

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi Mengaku Tak Tahu di Mana Salahnya 3 Emak-emak di Karawang
KOMPAS.com/Devina Halim
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso, saat ditemui di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso, menilai, tindakan tiga relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Karawang yang belakangan ramai dibicarakan bukan merupakan kampanye hitam.

Polisi menetapkan tiga perempuan relawan Prabowo-Sandiaga sebagai tersangka yang dijerat dengan UU ITE.

Dalam video yang beredar, ketiganya melakukan kampanye door to door yang salah satunya menyebutkan bahwa jika Joko Widodo terpilih kembali, tidak akan ada lagi azan dan melegalkan perkawinan sesama jenis.

Bagi Priyo, relawan tersebut hanya menyampaikan kekhawatiran mereka akan sejumlah hal yang berkaitan dengan pemerintahan Jokowi.

"Kalau kita lihat, apa yang dilakukan emak-emak itu di mana sisi salahnya? Saya enggak tahu," ujar Priyo di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

"Itu kan kekhawatiran mereka, termasuk kekhawatiran kita terhadap beberapa mobilisasi TKA-TKA (tenaga kerja asing) yang terjadi secara masif di banyak zona di tempat kita," lanjutnya.

Menurut Priyo, kampanye hitam oleh relawan di daerah bukan merupakan kegagalan elite politik dalam menarasikan pemilu ke kalangan akar rumput.

Adanya kampanye hitam dianggap sebagai kegagalan seluruh pihak menciptakan pemilu yang baik. "Itu bukan kegagalan elite politik. Itu kegagalan kita semua. Itu kan terjadi di semua tempat, di semua pihak," kata Priyo.

Priyo mengatakan, untuk menekan kampanye hitam, harus dilakukan edukasi kepada masyarakat mengenai kampanye yang baik.

Pendidikan politik penting untuk membekali masyarakat, termasuk relawan daerah.

Diberitakan sebelumnya, warga Karawang dan warganet dihebohkan video sosialisasi yang diduga mengarah pada kampanye hitam terhadap pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Video tersebut diunggah pemilik akun Twitter @citrawida5.

Dalam video tersebut tampak perempuan tengah berbicara kepada salah seorang penghuni rumah dalam bahasa Sunda.

"Moal aya deui sora azan, moal aya deui Nu make tiyung. Awewe jeung Awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (tidak ada lagi suara azan, tidak ada lagi yang pakai kerudung, perempuan dan perempuan boleh menikah, laki-laki dan laki-laki boleh menikah)," kata perempuan dalam video tersebut.

Video itu diduga dibuat dan diunggah @citrawida5 pada 13 Februari 2019.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Priyo: Yang Dilakukan Emak-emak Itu di Mana Sisi Salahnya? Saya Enggak Tahu"
Penulis : Fitria Chusna Farisa

Editor: Ravianto
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved