Impor Cabai Kering Membuat Harga Cabai di Tingkat Petani Turun Drastis

Harga cabai di tingkat petani lokal turun drastis, petani tuding karena impor cabai.

Impor Cabai Kering Membuat Harga Cabai di Tingkat Petani Turun Drastis
Tribun Jabar/Andri M Dani
Sudah sebulan ini harga cabai anjlok di tingkat petani di Sukamantri Ciamis hingga ke angka Rp 8.000/kg. Tak sedikit petani yang terpaksa menelantarkan kebun cabai lantaran biaya panen dan pemeliharaan tanaman cabai mahal. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Harga cabai di tingkat petani lokal turun drastis. Ini dirasakan petani lokal di Sukamantri, Kabupaten Ciamis.

Harga cabai di petani Sukamantri beberapa waktu lalu menyentuh angka Rp 3.000 per kilogram.

Turunnya harga cabai tak hanya karena panen serentak dengan areal tanam yang luas, tapi juga disebabkan masuknya impor cabai kering.

“Bulan Februari ini impor cabai kering yang masuk sebanyak 3.700 ton,” ujar Ketua Gapoktan Karangsari, Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Pipin Arif Apilin, kepada Tribun Jabar, Rabu (27/2/2019).

Selama dua bulan terakhir, kata Pipin, harga cabai merah keriting di tingkat petani di sentra sayur mayur kawasan agropolitan Sukamantri berkisar hanya Rp 3.000 sampai Rp 4.000 per kilogram, sedangkan rata-rata biaya produksi (BPP) mencapai Rp 10.000 per kilogram.

“Petani mengalami kerugian lebih dari 60 persen,” katanya.

Anjloknya harga cabai terutama cabai merah keriting tersebut, kata Pipin, terutama karena panen serentak di berbagai sentra sayur mayur di Pulau Jawa sehingga pasokan melimpah.

Kondisi tersebut diperparah dengan masuknya cabai kering impor.

“Saat stok lokal melimpah, cabai kering impor masuk. Kondisi ini benar-benar membuat petani terpukul,” ujar Pipin.

Halaman
123
Penulis: Andri M Dani
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved