Di Purwakarta, Sekjen Kementan Bicara Soal Persiapan Petani Milenial dan Jadi Lumbung Pangan Dunia

Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045, termasuk sumber daya manusianya sebagai petani milenial.

Di Purwakarta, Sekjen Kementan Bicara Soal Persiapan Petani Milenial dan Jadi Lumbung Pangan Dunia
TRIBUN JABAR/HARYANTO
Sekertaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro saat ditemui di acara Temu Teknis Penyuluh dan Petani Andalan di area pertanian Tajug Gede Cilodong, Bungursari, Purwakarta, Rabu (27/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Sekertaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro menyebut bahwa Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045, termasuk sumber daya manusianya sebagai petani milenial.

Hal itu dikatakan olehnya saat mewakili Mentan, Andi Amran Sulaiman pada acara Temu Teknis Penyuluh dan Petani Andalan di area pertanian Tajug Gede Cilodong, Bungursari, Purwakarta.

"Indonesia sudah siap menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045, dimulai dari tahun 2019 ini Indonesia sebagai tonggak regenerasi menuju pada petani Milenial," kata Syukur pada Rabu (27/2/2019).

Syukur mengatakan petani milenial ini nantinya akan meningkatkan kualitas pertanian dengan memaksimalkan teknologi dan mekanisme pertanian.

Teknologi pertanian yang akan digunakan salah satunya ialah traktor yang telah terbarukan.

Pada 2045 Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia, Dedi Mulyadi Pun Usulkan Sawah Abadi

Syukur menjelaskan bahwa traktor yang diberikan dari pihaknya akan memudahkan dan mempercepat para petani dalam membajak sawah.

"Kalau manual memerlukan 30 orang untuk satu hektar dan memakan waktu satu hari. Kalau pake alat ini di lahan kering cukup oleh satu orang, dengan lahan satu hektar dalam waktu empat jam," ucapnya.

Dengan lahan kering yang kini bisa juga dioptimalkan, Syukur meyakini hal itu adalah sebuah prospek yang baik dan bagus kedepannya.

Ditambah lagi masih luasnya lahan irigasi yang dimiliki Indonesia kini bisa menjadi penyumbang pangan.

"Tidak hanya lahan irigasi yang ditanam, tapi kini lahan kering bisa dioptimalkan," ujar dia menambahkan.

Purwakarta Ekspor 3.010 Ton Manggis ke Cina

Kegiatan yang bertemakan 'Temu Teknis Penyuluh dan Petani untuk Mewujudkan Petani Hebat, Maju dan Makmur' dihadiri 10.000 petani, penyuluh, santri tani, siswa SMK Pertanian dan mahasiswa perguruan tinggi pertanian.

Masyarakat hadir pun berasal dari lima Kabupaten di Jawa Barat, yaitu Purwakarta, Subang, Cianjur, Karawang, dan Indramayu.

Hadir pula pada acara itu yaitu Dirjen Hortikulttura Kementan, Suwandi, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edi, serta Tokoh Tani Jabar, Dedi Mulyadi.

Selain itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Hendi Jatnika, Sekretaris Daerah Purwakarta, Ius Permana, dan Kepala Dinas Pertanian Purwakarta, Agus R Suherlan.

Kenakan Sarung dan Sorban, Jokowi Buka Munas dan Konbes NU 2019 di Kota Banjar

Soal Kasus 3 Perempuan di Karawang, Sandiaga Uno Minta Polisi dan Bawaslu Bersikap Adil

Penulis: Haryanto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved