Pilpres 2019

ASN Pose Foto Dua Jari Bersama Titiek Soeharto, Dimaklumi Wakil Wali Kota Malang

Pemerintah Kota Malang memaklumi pelanggaran netralitas Pemilu yang dilakukan oleh Endang Sri Sundari, Kepala Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang.

ASN Pose Foto Dua Jari Bersama Titiek Soeharto, Dimaklumi Wakil Wali Kota Malang
KOMPAS.com/ANDI HARTIK
Endang Sri Sundari, ASN di Pemkot Malang saat diperiksa Bawaslu Kota Malang karena dugaan kampanye untuk pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Senin (4/2/2019) 

TRIBUNJABAR.ID, MALANG - Pemerintah Kota Malang memaklumi pelanggaran netralitas Pemilu yang dilakukan oleh Endang Sri Sundari, Kepala Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang.

Endang yang berpose dua jari ala Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dianggap hanya karena ada kunjungan Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto ke pasar tersebut.

"ASN netral karena memang seperti itu. Kalau pun ada hal-hal, katakan laporan informasi dari masyarakat, saya kira tidak dalam kontek untuk dukung mendukung, tetapi ada kunjungan tokoh yang ada di kawasan itu," kata Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Rabu (27/2/2019).

Pada Minggu (20/1/2019) bulan lalu, politisi Partai Berkarya yang juga Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga, Titiek Soeharto, berkunjung ke Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang.

Kabar Gembira untuk Penggemar, Kim Tae Hee Hamil Anak Kedua, Begini Kondisi Terkini Istri Rain Itu

Pencetakan e-KTP untuk WNA Dihentikan sampai Hari Pencoblosan untuk Hindari Polemik

Endang yang merupakan kepala di pasar tersebut mendampingi Titiek yang menyapa pedagang dan pembeli.

Endang yang berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) lantas berfoto berdua bersama Titiek Soeharto dengan pose dua jari ala BPN Prabowo - Sandiaga.

Foto itu lalu beredar di media sosial dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang menetapkan Endang melanggar netralitas ASN.

Bawaslu Kota Malang sudah menyerahkan rekomendasi kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait pelanggaran tersebut.

Dalam 10 Hari 23 Maling dan Garong Diciduk Anggota Polrestabes Bandung, Tiga Orang Ditembak

Takut Rugi, Peternak Ayam di Sumedang Pilih Kosongkan Kandang

"Tapi kami hormati lah upaya - upaya dari pada Bawaslu untuk betul - betul melaksanakan tugasnya dengan baik. Klarifikasi mendengarkan penjelasan dan lain sebagainya," katanya.

Sementara itu, Sofyan Edi mengatakan bahwa pihaknya sudah menyosialisasikan peraturan terkait netralitas Pemilu.

"Saya kira seluruh ASN di Kota Malang sudah mengetahui peran-perannya. Netralitasnya di dalam proses Pemilu. Pemerintah baik ditingkat pusat, provinsi, maupun pemda mendukung proses pelaksanaan Pemilu," jelasnya.

Meski begitu, Sofyan Edi memaklumi jika masih ada ASN yang melanggar netralitas Pemilu. Ke depan pihaknya akan lebih mengintensifkan sosialisasi terkait netralitas ASN dalam Pemilu.

"ASN ini 7.000, yang mempunyai tugas luar biasa. Kalaupun dilakukan sosialisasi secara maksimal tapi masih ada satu dua ASN yang masih belum mendapatkan informasi yang jelas mungkin ada baiknya kita lakukan di masing - masing OPD untuk mengetahui peraturan - peraturan kaitan dengan netralitas ASN," terangnya.

Sejauh ini sudah ada dua ASN di Kota Malang yang ditetapkan melanggar oleh Bawaslu Kota Malang.

Selain Endang, juga ada Bambang Setiyono, ASN di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Malang karena kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melalui media sosial. (Kompas.com/Andi Hartik)

Terungkap Nama Asli Sejumlah Artis Indonesia, Mulai dari Syahrini, hingga Zaskia Gotik

Jembatan Maktal II Diresmikan, Bupati Soroti Estetika Jembatan yang Dinilainya Masih Kurang

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved