Potensi Wakaf Capai Rp 180 Triliun, Perusahaan Asuransi Ini Gandeng Tiga Lembaga Wakaf

Potensi wakaf di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 180 triliun dan Jawa Barat termasuk yang memiliki potensi terbesar.

Potensi Wakaf Capai Rp 180 Triliun, Perusahaan Asuransi Ini Gandeng Tiga Lembaga Wakaf
TRIBUN JABAR/SITI FATIMAH
Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan Program Wakaf dari PRUsyariah untuk masyarakat Jawa Barat dan menggandeng kerja sama dengan Dompet Dhuafa, iWakaf dan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI), Selasa (26/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Potensi wakaf di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 180 triliun dan Jawa Barat termasuk yang memiliki potensi terbesar.

Melihat potensi ini, Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan Program Wakaf dari PRUsyariah untuk masyarakat Jawa Barat. Program ini menawarkan pilihan bagi nasabah dan calon nasabah dalam menyalurkan wakaf. Untuk mendukung program ini, Prudential menggandeng tiga lembaga.

Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, mengatakan, program ini sesuai dengan Fatwa MUI No.106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah, yang membolehkan masyarakat berwakaf dalam bentuk asuransi.

"Wakaf adalah bentuk kedermawanan dalam Islam yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sehingga menjanjikan pahala yang tidak terputus, " katanya di Bandung, Selasa (26/2/2019).

Ia mengatakan, program ini memberikan solusi terhadap kebutuhan nasabah dalam melaksanakan wakaf dan membantu mereka mewujudkan kebajikan secara berkelanjutan. Program ini melengkapi serangkaian produk dan layanan asuransi berbasis syariah yang komprehensif dari Prudential.

"Kami melihat potensi wakaf masih besar yakni 180 triliun pertahun. Adanya program ini diharapkan memberi pilihan masyarakat untuk berwakaf," katanya.

Prudential Indonesia bermitra dengan tiga lembaga wakaf atau nazhir yang terpercaya, yaitu Dompet Dhuafa, iWakaf dan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI). Nasabah dapat memilih nazhir di antara ketiga lembaga tersebut. Menurutnya, program ini mendukung nasabah yang sedang mencari solusi modern dan cerdas untuk menunaikan wakaf, sekaligus memastikan dirinya dan keluarganya memperoleh proteksi dan perencanaan investasi yang tepat.

"Program wakaf kami fokus kepada kemudahan nasabah dalam menyalurkan wakaf asuransinya. Sejalan dengan slogan Selalu Berbagi, Selamanya Berarti yang mengajak kita untuk terus berderma demi manfaat yang abadi, program ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk turut mengatasi tantangan sosial ekonomi Indonesia saat ini,” katanya.

Line Up Timnas U-22 Indonesia vs Thailand di Final Piala AFF U-22 2019, Gian Zola Masuk Skuat Utama

Bagi nasabah yang sudah memiliki polis asuransi unit link Prudential, mereka dapat mewakafkan hingga 95 persen dari manfaat asuransi dengan membeli polis asuransi syariah baru. Sedangkan nasabah baru dapat mewakafkan hingga 45 persen dari manfaat asuransinya.

Muhammad Yusuf Helmy, Corporate Director of Business Services - KARIM Consulting Indonesia, mengatakan harta wakaf dapat digunakan untuk membangun berbagai fasilitas umum, seperti rumah ibadah, lembaga pendidikan, rumah sakit, properti, perkebunan, dan lain-lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Harta wakaf pada masa kini juga dapat berupa uang (cash waqf), seperti melalui manfaat asuransi dan manfaat investasi dari polis asuransi jiwa syariah.

“Pengelolaan dana wakaf secara profesional sangat penting untuk memastikan nilai harta wakaf tetap terjaga dan hasil usaha wakaf terus memberikan manfaat bagi masyarakat.” katanya.

PT KAI Perpanjang Masa Promo KA Galunggung dan KA Pangandaran Hingga Akhir Maret 2019

Menurut Badan Wakaf Indonesia (BWI), tanah seluas 2.700 kilometer persegi di lebih dari 366 ribu lokasi telah masyarakat wakafkan. Sedangkan potensi wakaf tunai diperkirakan mencapai Rp180 triliun per tahun. Program Wakaf dari PRUsyariah ini akan turut menggali potensi wakaf di Indonesia yang sedemikian besar. Manfaat dan keutamaan wakaf juga harus terus disosialisasikan sehingga masyarakat bisa menyalurkan dermanya dengan lebih tepat guna.

Indonesi telah memberikan pelatihan tentang wakaf ke lebih dari 9.000 tenaga pemasar Prudential dan masyarakat sejak 17 sampai 28 Januari 2019. Kegiatan ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk “Sosialisasi Wakaf Asuransi Peserta Terbanyak.”

Indonesia juga tercatat menjadi salah satu dari 20 ekonomi terbesar di dunia. Meskipun terdapat kemajuan dalam pengurangan kemiskinan beberapa tahun terakhir ini, masalah kemiskinan masih menjadi tantangan. Menurut World Giving Index oleh Charity Aids Fund , Indonesia menduduki posisi teratas sebagai masyarakat paling dermawan di dunia. Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia, yang berarti bahwa wakaf asuransi memiliki potensi besar untuk mendorong pembangunan ekonomi, serta mengurangi kemiskinan dan ketimpangan di negeri ini. (Siti fatimah)

Satu Grup dengan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Berkekuatan 24 Pemain di Piala Presiden 2019

Perlakuan Dul Jaelani Kepada Adik Tirinya, Pangku Shafeea dan Minta Maaf di Hari Ulang Tahunnya

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved