Pilpres 2019

Video Viral Ibu-ibu di Karawang, Dedi Mulyadi: Itu Bukan Lagi Kampanye Hitam, tapi Aksi Kriminalitas

Kampanye hitam itu terkuak setelah adanya video berdurasi 59 detik yang viral di media sosial berisikan imbauan tidak memilih Capres nomor urut 01.

Video Viral Ibu-ibu di Karawang, Dedi Mulyadi: Itu Bukan Lagi Kampanye Hitam, tapi Aksi Kriminalitas
haryanto/tribun jabar
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf untuk Jawa Barat, Dedi Mulyadi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf untuk Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut tindakan kampanye yang dilakukan tiga orang perempuan di Karawang adalah tindakan kriminal.

Hal itu karena adanya penyebaran fitnah yang menyerang pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin beberapa waktu lalu.

Kampanye hitam itu terkuak setelah adanya video berdurasi 59 detik yang viral di media sosial berisi imbauan tidak memilih Capres nomor urut 01.

Pada video itu, ketiga wanita tersebut menyebutkan bahwa jika Jokowi terpilih kembali, tidak akan ada lagi azan.

Selain itu, ketiga ibu-ibu itu menjalaskan kepada seorang bapak bahwa tidak akan ada lagi pengajian, pelarangan berkerudung, dan mengijinkan perkawinan sesama jenis pada kepemimpinan Jokowi di periode kedua nanti.

Oleh karena itulah, Dedi menyebut bahwa hal itu bukan lagi kampanye ataupun kampanye hitam, melainkan aksi kriminalitas.

"Kasus ini sudah mengarah kepada tindakan-tindakan kriminal. Kampanye itu menawarkan calon yang diusungnya atau yang akan dipilihnya, bukan malah membuat fitnah-fitnah yang semakin memperuncing keadaan," kata Dedi saat ditemui di Purwakarta, Senin (25/2/2019).

Dedi mengaku tindakan itu akan menjadi keprihatinan banyak pihak. Meski ketiga orang yang kini telah diamankan oleh Polda Jabar tidak terkonfirmasi berafiliasi dengan Capres norut 02.

Sebab, tindakan yang telah dilakukan oleh Engqay Sugiarti (39), Ika Peranika (36), dan Citra Widianingsih, (38) diakuinya sebagai fitnah.

Dedi menjelaskan Jokowi maupun Maruf Amin tidak mungkin melarang suara azan, termasuk juga memperbolehkan adanya perkawinan sesama jenis di Indonesia.

"Kalau memang kebijakan itu benar adanya, mungkin saya akan menjadi orang pertama yang menolaknya. Jadi, itu fitnah ya," ucapnya.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu menilai semua isi dalam video itu sangat mustahil terjadi.

Dia menyebut bahwa Jokowi memiliki pribadi yang baik dan taat terhadap agamanya.

Apalagi kata Dedi, Cawapresnya, Maruf Amin telah terbukti keulamaannya dari menjadi ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta menjabat sebagai Mustasyar PBNU.

Penulis: Haryanto
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved