Pemkab Garut akan Beli 17 Mata Air, Bakal Digunakan untuk Rakyat

ebanyak 17 titik mata air di Kabupaten Garut akan dibeli Pemkab Garut. Pembelian sumber mata air itu untuk mengantisipasi

Pemkab Garut akan Beli 17 Mata Air, Bakal Digunakan untuk Rakyat
Tribun Jabar/Hakim
Ilustrasi mata air 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sebanyak 17 titik mata air di Kabupaten Garut akan dibeli Pemkab Garut. Pembelian sumber mata air itu untuk mengantisipasi ancaman rawan air yang bisa terjadi.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan pihaknya sudah melakukan pendataan belasan sumber mata air yang akan dibeli pemerintah. Air menjadi kebutuhan utama yang harus bisa dipenuhi.

"Nanti ke 17 mata air itu akan dibeli pemerintah. Selain menjaga kebutuhan air masyarakat, juga untuk penyelamatan lingkungan di sekitar mata air," ujar Rudy, Minggu (24/2/2019).

Salah satu mata air yang akan dibeli Pemkab Garut berada di Kecamatan Sucinaraja. Mata air Tanjungnagara itu akan dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Intan. Nantinya mata air itu bisa disalurkan untuk warga di tiga kecamatan.

"Warga di Karangpawitan, Sucinaraja, dan Wanaraja bisa mendapat pasokan air dari sini (mata air Tanjungnagara). Selama ini, air yang ada tidak dimanfaatkan," katanya.

Pemkab akan menyiapkan dana sebesar Rp 12 miliar untuk mengelola mata air tersebut. Pihaknya akan membeli lahan di sekitar mata air.

Iqbaal Ramadhan Sebut Karakter Dilan Sekarang Lebih Manusiawi, Seperti Apa? Nih Kata Iqbaal

"Airnya sangat jernih dan tidak dipakai untuk pertanian. Lahan tani ada di atas mata air itu. Jadi tidak akan mengganggu," ucapnya.

Rudy menargetkan semua mata air yang akan dibeli bisa selesai pada 2022. Sumber dananya berasal dari APBD yang dialokasikan setiap tahun.

Menjaga mata air, tuturnya, perlu dilakukan pemerintah untuk memberi jaminan pemenuhan kebutuhan air kepada warga. Selain dikelola PDAM, pengelolaan air juga akan dilakukan di beberapa desa.

Jembatan Cilayung Putus, untuk Nyebrang Warga Harus Memutar 4 Kilometer

"Ada Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) yang akan dikelola desa. Jadi tidak sama PDAM semuanya," ucapnya.

Dari hasil peninjauan mata air di Tanjungnagara, volume air mencapai 100 liter per detik. Bahkan air tetap mengalir pada musim kemarau.

"Jadi nanti bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air warga. Biar pengelolaannya juga bisa lebih baik sama PDAM," ujarnya

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved