SOROT

Taman Dilan

Khusus Taman Dilan ini, ada sedikit kritik untuk Gubernur. Gubernur tampaknya harus kembali mempertimbangkannya lagi. Nama adalah doa.

Taman Dilan
tribunjabar/putri puspita
Jumpa pers pemain film Dilan 1991 bersama Ridwan Kamil dan Atalia Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (10/2/2019). 

ARIEF PERMADI, Wartawan Tribun

TAK seperti para pendahulunya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sangat serius mengelola pariwisata di Jabar. Baginya, keindahan alam Jabar serta segala yang ada di dalamnya adalah anugerah, yang selama ini, masih belum dimanfaatkan secara optimal. Ibarat permata, Jabar adalah berlian yang belum diasah.

Keseriusan menggarap sektor pariwisata ini pula yang kemudian membuat mantan Wali Kota Bandung ini mati-matian memperjuangkan jalan dan sarana transportasi, memberi perhatian lebih pada Bandara Kertajati, pada kebersihan Sungai Citarum sungai terpanjang dan terbesar di Jabar, dan tentu saja pada taman-taman kota.

Untuk menarik wisatawan, Jabar memang harus bersolek. Jalan-jalan harus bagus, transportasi gampang, sungai-sungai bersih, dan kota-kota yang cantik dengan taman- tamannya yang indah.

Soal taman ini, memang sudah menjadi "trade mark"-nya sejak masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung. Belasan taman tercipta selama kepemimpinannya. Bukan taman biasa, melainkan taman-taman yang memiliki tema, dengan segala aksesorisnya yang memanjakan para pengunjung.

Sebut saja beberapa di antaranya. Ada Taman Vanda di Jalan Merdeka, Taman Lansia di Jalan Cisangkuy, Taman Film di bawah jalan layang Pasopati, dan lain-lain, termasuk Taman Jomblo, yang juga dibangun di bawah jalan layang Pasopati, tak Jauh dari Jalan Tamansari.

Namun, yang fenomenal, tentu saja penataan kembali Alun-alun Kota Bandung, yang semula kumuh dan semrawut, menjadi alun-alun yang cantik, lengkap dengan rumput sintetisnya, yang membuat alun-alun ini sungguh terkesan modern. Tak butuh waktu lama, Alun-alun Bandung pun menjadi destinasi favorit warga Bandung dalam mengisi liburannya yang murah tapi membahagiakan. Sesuatu yang sepuluhan tahun lalu, jujur saja, nyaris tak pernah terbayangkan akan terjadi.

Memenuhi janji kampanyenya, Ridwan Kamil pun mulai menata alun-alun lainnya yang ada di Jabar. Salah satunya, yang belum lama ini viral, adalah Alun-alun Cianjur. Di tangan Ridwan Kamil, Alun-alun Cianjur menjadi luarbiasa indah dan menjadi kebahagiaan baru yang mungkin juga tak pernah dibayangkan sebelumnya akan terwujud.

Tak hanya Cianjur, alun-alun lain pun mulai ditata. Dananya tentu tak kecil, belasan bahkan puluhan miliar untuk setiap alun-alun. Untuk alun-alun Kabupaten Bandung, misalnya, digelontorkan dana Rp 15 miliar, alun-alun Indramayu Rp 15 miliar, Karawang Rp 18 miliar, Majalengka Rp 18 miliar, Kabupaten Tasikmalaya Rp 15 miliar, Sumedang Rp 18 miliar, Kota Sukabumi Rp 18 miliar, atau Kota Cirebon Rp 30 miliar.

Di sela kesibukannya menata alun-alun kota dan kabupaten ini, Ridwan Kamil ternyata masih juga menyempatkan dirinya untuk membuat taman tematik. Terbaru, yang juga mulai ramai adalah Taman Dilan, yang dibangunnya di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Saparua, Citarum, Bandung.

Dalam konferensi pers di rumah dinasnya di Bandung, Minggu, 10 Februari lalu, Ridwan Kamil mengatakan, Taman Dilan itu ia dirikan sebagai bentuk dedikasi karena besarnya dampak dan pengaruh dari tokoh Dilan untuk Kota Bandung. Dilan adalah karakter fiksi dari novel karya Pidi Baiq, yang kemudian diangkat ke dalam sebuah film. Dalam fiksi itu, Dilan dikisahkan sebagai panglima sebuah geng motor yang tampan, pintar, urakan, namun romantis.

Namun, khusus Taman Dilan ini, ada sedikit kritik untuk Gubernur. Gubernur tampaknya harus kembali mempertimbangkannya lagi sebelum telanjur meresmikannya, 24 Februari nanti. Bukan soal tamannya, tapi soal penamaannya. Apakah tidak ada nama lain yang lebih tepat? Nama adalah doa. (*)

Penulis: Arief Permadi
Editor: Arief Permadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved