Kasus Pengaturan Skor, Sopir Joko Driyono Buat Pengakuan Mengejutkan Kronologi Hancurkan Barbuk

sopir Plt Ketum PSSI Joko Driyono membuat pengakuan mengejutkan mengenai kronologi pencurian barang bukti yang ia lakukan atas perintah Jokdri.

Kasus Pengaturan Skor, Sopir Joko Driyono Buat Pengakuan Mengejutkan Kronologi Hancurkan Barbuk
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) bergegas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Ditkrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019). Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3 Indonesia. 

TRIBUNJABAR.ID - Kasus pengaturan skor pada pertandingan bola di Indonesia masih terus bergulir.

Kali ini, kasus tersebut dibahas oleh Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa.

Dalam episode Rabu (20/2/2019) tersebut, sopir Plt Ketum PSSI Joko Driyono membuat pengakuan mengejutkan mengenai kronologi pencurian barang bukti yang ia lakukan atas perintah Jokdri.


Sopir bernama Muhammad Mardani alias Dani ini mengaku mendaptkan perintah dari Joko Driyono untuk mengambil sejumlah dokumen dari kantor Joko Driyono di kantor PSSI meski kantor tersebut telah disegel oleh Satgas Antimafia Bola.

Dilansir dari Bolasport.com, pengakuan ini disampaikan Dani dalam wawancara bersama Najwa Shihab dalam acara yang tayang di trans7 tersebut.

Dani mengaku ditelepon Joko Driyono pada kamis malam 31 Januari 2019 sekitar pukul 20.000 WIB.

Ini Informasi Terbaru Laga Arema FC Vs Persib Bandung, dari Stasiun Tv sampai Doa Para Pemain

 

Dalam telepon tersebut Joko Driyono memerintahkan Dani untuk mengecek apakah ia masih bisa memasuki kantor Jokdri di PSSI melalui pintu belakang.

Setelah Dani memastikan bisa memasuki kantor PSSI melalui pintu belakang, Jokdri memerintahkan Dani untuk mengamankan semua dokumen di ruangannya.

"Pak JD telpon saya, 'amankan semua yang berbentuk kertas, kecuali majalah dan buku, dan laptop'. Saya ambil semua 2 tas ransel penuh," ucap Dani.

Setelah mencuri dokumen-dokumen tersebut, Dani pun meninggalkan kantor. 

Namun tak lama, Joko Driyono kembali menelepon Dani dan memintanya untuk mengamankan CCTV.

Foto-foto Elegan Song Hye Kyo Tersisa di Instagram, Aktris Encounter Ini Mendadak Hapus Banyak Foto

Usai mencuri bukti tersebut, Dani rupanya merasa bersalah hingga kemudian mengaku pada Satgas Anti Mafia Bola.

"Saya ketemu satgas dan mengaku karena gelisah. Orang Satgas tanya: 'Kamu siapa?' Saya Dani supir Pak JD. Kemudian saya diinterogasi, barang di mana. Saya bilang di tempat teman saya," ujar Dani.

Selain mencuri barang bukti, Dani juga mengaku kerap disuruh untuk mentransfer uang dalam jumlah besar oleh Joko Driyono.

Dani bahkan mengaku pernah mentransfer uang sejumlah 5 Miliar dari Rekening Joko Driyono.

Jokdri sendiri sudah meminta maaf karena telah melibatkan sang sopir yang telah bekerja selama 9 tahun dalam kasusnya.

Ia menjanjikan siap pasang badan untuk memperjuangkan nasib sopirnya agar tidak dibui.

Pakai Mobil Dinas untuk Datang ke Kunjungan Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dicoret dari Daftar Caleg

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: BolaStylo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved