Kasus Habib Bahar bin Smith Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bandung, Sidang Segera Digelar

Kejaksaan Negeri Cibinong sudah melimpahkan berkas perkara pemeriksaan kasus penganiayaan dengan tersangka Habib Bahar bin Smith

Kasus Habib Bahar bin Smith Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bandung, Sidang Segera Digelar
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Habib Bahar bin Smith memenuhi panggilan Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (18/12/2018). Polisi memeriksa Habib Bahar atas laporan dugaan penganiayaan yang terjadi di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, pada 1 Desember 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kejaksaan Negeri Cibinong sudah melimpahkan berkas perkara pemeriksaan kasus penganiayaan dengan tersangka Habib Bahar bin Smith ke Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (19/2/2019).

"Kasusnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bandung hari ini," ujar Kasie Penkum Kejati Jabar Abdulmuis Ali di Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (19/2/2019).

Abdulmuis menjelaskan, Kejari Cibinong melayangkan surat ke Mahkamah Agung terkait permohonan penetapan agar kasus digelar di Pengadilan Negeri Bandung. Meskipun, kasus penganiayaan terjadi di Kabupaten Bogor.

Permohonan itu disetujui oleh Mahkamah Agung lewat Surat Keputusan Ketua MA Nomor 24 / KMA / SK/II/2019.

"Dasar pengajuan ke Mahkamah Agung itu Pasal 85 ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana," ujar Abdulmuis.

Adapun berkas yang dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bandung terdiri dari tiga berkas yakni Bahar bin Smith, Agil Yahya dan M Abdul Basith.

"Dilimpahkan tiga berkas perkara secara terpisah. Untuk penahanan jadi kewenangan majelis hakim PN Bandung," ujar Abdulmuis. ‎Untuk menuntut Bahar bin Smith, 10 jaksa dilibatkan yang terdiri dari jaksa senior Kejati Jabar dan Kejari Cibinong.

Kepsek Diperiksa Tim Saber Pungli, Beginilah Kondisi Taman di SMP Negeri 2 Kota Bandung

Bahar bin Smith, merupakan pelaku penganiayaan terhadap seorang pria berinisial Caj (18) dan Mkum (17). Keduanya dianiaya Bahar cs lantaran mengaku-aku sebagai kembarannya. Penganiayaan sendiri dilakukan di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, milik Bahar, di Kabupaten Bogor.

Bahar diadili dengan dakwaan kesatu yaitu pasal 333 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke satu KUHP, dakwaan subsider pasal 351 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke satu KUHP dan dakwaan ketiga pasal 80 ayat 2 jo Undang - undang Perlindungan Anak.


Sedangkan tersangka Agil, diadili dengan dakwaan kesatu pasal 333 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke satu KUHP, dakwaan kedua pasal 170 KUHP, pasal 351 ayat 2 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke satu dan pasal 80 ayat dua jo Undang - undang Perlindungan Anak.‎ Muhamad Abdul Basit Iskandar diadili dengan dakwaan pasal 333 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke satu KUHP.

Humas PN Bandung Wasdi Permana menambahkan pihaknya sudah menerima pelimpahan berkas dari jaksa. Ia menyebut, sidang akan digelar dalam waktu dekat ini. Wasdi memastikan sidang digelar di PN Bandung.

"Sidangnya di PN Bandung. Belum ada rencana ‎untuk memindahkan ke tempat lain seperti sidang perkara Buni Yani," ujar Wasdi

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved