Ruang Kelas SDN 3 Sumberjaya yang Ambruk Akan Segera Direhab, Anggarannya Rp 190 Juta

Ruang kelas SDN 3 Sumberjaya yang ambruk akan segera direhab bagian atapnya.

Ruang Kelas SDN 3 Sumberjaya yang Ambruk Akan Segera Direhab, Anggarannya Rp 190 Juta
Tribun Jabar/Andri M Dani
Warga setempat termasuk ibu-ibu, orang tua murid, serta anggota TNI/Polri, Jumat (15/2/2019) siang bergotong-royong membersihkan puing-puing ruang kelas 2 SDN 3 Sumberjaya, Cihaurbeuti, Ciamis, yang ambruk Kamis (14/2/2019) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Disdik Ciamis segera merehab empat ruang kelas SDN 3 Sumberjaya, di Dusun Nanggela Kidul, RT 14/07, Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti.

Rehabilitasi tidak hanya untuk ruang kelas 2 yang ambruk Kamis (14/2/2019) pukul 15.00, tapi juga tiga ruang kelas lainnya, masing-masing ruang kelas 1, kelas 5, dan kelas 6, yang merupakan ruang kelas lama.

Keempat ruang kelas tersebut akan direhab bagian atapnya dengan alokasi anggaran Rp 190 juta.

“Ruang kelas yang ambruk berikut tiga ruang kelas lainnya akan segera direhab, bulan Maret atau April nanti. Sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp 190 juta,” ujar Kabid Pembinaan SD Disdik Ciamis, H Jajang, kepada sejumlah wartawan usai peninjauan lokasi SDN 3 Sumberjaya Jumat (15/2/2019) siang.

Menurut Jajang, ruang kelas 2 SDN 3 Sumberjaya sudah termasuk ruang kelas yang direncanakan akan direhab tahun 2019 ini termasuk ruang kelas lainnya.

Namun sebelum rehab, ruang kelasnya sudah keburu ambruk.

Empat yang ruang kelas SDN 3 Sumberjaya yang akan direhab bulan April sudah diusulkan beberapa tahun sebelumnya., terlebih ruang kelas 2 bagian atapnya sudah lapuk.

Rehabilitasi tersebut termasuk tiga ruang kelas lainnya yang merupakan kelas lama, yang bagian atapnya dari kerangka kayu.

Tiga ruang kelas 4 dan kelas 5 serta ruang guru sudah direhab dan menggunakan atap baja ringan.

Menurut Kepala SDN 3 Sumberjaya, Mahri, ruang kelas II yang ambruk Kamis (14/2/2019) sore sebenarnya sudah dikosongkan sejak sebulan lalu, karena ruang kelasnya sudah mengkhawatirkan. 

Atapnya sudah bocor dan kayu penyangga atap (kaso) sudah banyak yang lapuk dan keropos termakan usia.

Di mana siswa belajar setelah kelas dikosongkan? Ini dapat Anda baca di Harian Umum Tribun Jabar edisi Sabtu (16/2/2019).

Penulis: Andri M Dani
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved