Kasus Proyek Meikarta

Terdakwa Suap Meikarta Billy Sindoro: Saya Ingatkan, Sama Aparat Jangan Kasih Uang Nanti Kena OTT

Billy Sindoro mengaku juga mewanti-wanti ketiga terdakwa lainya untuk tidak memberikan uang suap.

Terdakwa Suap Meikarta Billy Sindoro: Saya Ingatkan, Sama Aparat Jangan Kasih Uang Nanti Kena OTT
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Terdakwa kasus Meikarta, Billy Sindoro tangannya hendak dipakaikan borgol. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terdakwa kasus suap perizinan proyek Meikarta, Billy Sindoro menegaskan ia tidak pernah menyuruh terdakwa Fitradjaja Purnama, Henry Jasmen dan Taryudi untuk memberi uang siap pada sejumlah ASN di Pemkab Bekasi, untuk memuluskan perizinan proyek tersebut.

"Saya sepat katakan ke Fitradjaja, Henry dan Taryudi. Jika ada biaya legal, resmi, ada tanda terimanya silahkan tagih ke Meikarta‎, pasti tanggung jawab," ujar Billy di sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (13/2) malam. Sidang berakhir tepat pada pukul 00.00 dan dilanjutkan Kamis (14/2) siang.

Sebagai orang yang pernah tersangkut kasus suap dengan KPK, Billy Sindoro mengaku juga mewanti-wanti ketiga terdakwa lainya untuk tidak memberikan uang suap.

"Saya ingatkan mereka urusan sama aparat, jangan kasih uang nanti bisa kena operasi tangkap tangan (OTT), bapak-bapak bisa kena OTT. Saya pernah mengingatkan," kata Billy.

Billy juga menerangkan bahwa ia meminta ketiga terdakwa lainnya yang mengurus perizinan, untuk melaporkan setiap ASN di Pemkab Bekasi yang meminta uang.

"Saya ingatkan juga ke mereka kalau ada yang minta uang, laporkan ke ibu bupati," ujar Billy. Menurutnya, tidak ada hubungan hirarkis antara dirinya dengan ketiga terdakwa, meskipun di luar, ketiga terdakwa ini menganggap Billy sebagai atasannya dengan menyebut Billy sebagai babe, santa dan sejenisnya.

"Saya mengenal Henry Jasmen sudah lama sekali dan pak Fitradjaja, dikenalkan oleh Pak Henry. Bagi saya, pak Fitradjaja ini orang pintar, kamus berjalan. Jadi saya sering berkomunikasi, kalaupun terkait Meikarta, pak Fitradjaja tidak pernah meminta tagihan ke saya," ujar Billy.

‎Di kesaksian Fitradjaja, ia mengaku tidak pernah menawarkan atau menjanjikan uang kepada sejumlah ASN di sejumlah dinas di Pemkab Bekasi, untuk memuluskan perizinan.

"Tidak, tapi ada beberapa dinas yang meminta uang dengan menyebutkan nominal ada juga yang tidak sebut nominal. Tapi yang pasti mereka selalu minta terus-menerus, salah satunya Jamaludin dan Neneng Rahmi (Kepala dan Kabid di Dinas Tata Ruang). Selalu menagih," ujar Fitradjaja.

Fitradjaja berkisah, ‎Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin meminta uang Rp 3,5 miliar terkait perizinan di Dinas PUPR. Termasuk dari Neneng Rahmi selaku Kabid Tata Ruang Dinas PUPR. Pun demikian Kepala Bidang Bangunan Umum Dinas PUPR Bekasi Tina Kartini juga turut meminta.‎ Termasuk juga permintaan uang dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bekasi senilai Rp 500 juta, namun diakui Fitradjaja, itu terealisasi Rp 350 juta.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved