PNS RSUD Cibabat yang Miliki Sabu-sabu Dinilai Kerap Bermasalah

Wakil Direkrut RSUD Cibabat mengatakan PNS yang memiliki sabu-sabu dinilai kerap bermasalah setelah jadi PNS.

PNS RSUD Cibabat yang Miliki Sabu-sabu Dinilai Kerap Bermasalah
pusatpengobatan.com
RSUD Cibabat Cimahi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Richard Nicolas membeberkan rekam jejak Suhendrik (37), Pegawai Negeri Sipil (PNS) di RSUD Cibabat yang ditangkap Satresnarkoba Polres Cimahi akhir bulan lalu.

Warga Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat itu diringkus polisi karena kedapatan memiliki sabu-sabu seberat 0,2 gram, sehingga saat ini ia harus mendekam di tahanan Mapolres Cimahi.

Richard mengatakan, saat awal masuk kerja, Suhendrik dinilai memiliki perilaku yang baik sebagai tenaga kontrak, kemudian ia diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2008.

"Namun selama menjadi PNS bahwa yang bersangkutan memang bermasalah. Misalnya, tidak melaksanakan tugas sebagai mana yang diamanatkan sesuai tugasnya," ujar Richard saat ditemui di RSUD Cibabat, Kamis (14/2/2019).

Pihaknya sudah beberapa kali memberikan sanksi teguran kepada Suhendrik dan sudah dilakukan beberapa kali rotasi pegawai, tapi perilakunya tak kunjung membaik.

"Saat menjadi PNS ia awalnya menjadi satpam dan ada beberapa kali rotasi, terakhir yang bersangkutan menjadi pramu-kebersihan di masjid," katanya.

Ia mengatakan, sebelum tertangkap yang bersangkutan juga kerap mengikuti tes urine bersama para PNS lainnya, tapi hasilnya dinyatakan negatif karena saat itu diduga ia sedang tidak mengkonsumsi sabu.

"Dia suka mengikuti tes urine, mungkin kalaupun dia saat itu pengguna narkoba, tapi obat yang dikonsumsi punya batas waktu sehingga hasilnya seperti itu," ujar Richard.

Kemudian, kata dia, Suhendrik diketahui melakukan hal yang tidak diperkenankan oleh aturan hingga melakukan perbuatan yang dilarang oleh pemerintah yakni mengonsumsi sabu-sabu hingga diringkus polisi pada 29 Januari 2019.

Atas perbuatannya, selain terancam hukuman penjara selama 10 tahun karena diduga melanggar Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Suhendrik juga terancam diberikan sanksi sesuai aturan PNS.

Cimenyan, Kawasan Perkebunan Sejak Zaman Bung Karno, Dulu Hutan Kini Tersisa Satu Pohon Beringin

Tak Temui Kesepakatan Bagi Hasil, Wisata Air Panas Nagrak Ditutup Pengelola

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved