Mudahkan Pelayanan pada Masyarakat di Zaman Now, Pemkab Cirebon Hadirkan Disdukcapil Go Digital

Untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, Diadukcapil Kabupaten Cirebon menerapkan layanan "Disdukcapil Go Digital"

Mudahkan Pelayanan pada Masyarakat di Zaman Now, Pemkab Cirebon Hadirkan Disdukcapil Go Digital
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Ilustrasi: Website Disdukcapil Kabupaten Cirebon untuk membuat akta lahir online. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Diadukcapil) Kabupaten Cirebon menerapkan layanan "Disdukcapil Go Digital".

Layanan tersebut yaitu tandatangan di berkas kependudukan yang dilakukan secara digital dalam bentuk barcode.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Cirebon, Mohammad Syafrudin, menjelasakan, dukcapil go digital sangat tepat untuk diterapkan. Mengingat kemajuan di era digital saat ini sangat cepat.

Sebab kata dia, Dirjen Dukcapil Kemendagri RI telah memiliki 14 langkah besar kebijakan. Mulai dari proses pembuatan e-KTP tanpa pengantar, hingga proses pindah tanpa surat pengantar RT/RW juga SPTJM sebagai pengganti status pernikahan.

"Sekarang telah memasuki langkah atau kebijakan yang ke 11 yaitu di era digital ini Dirjen Dukcapil mengelurakan kebijakan dukcapil go digital. Dan di kita sudah menerapkannya," kata Syafruddin saat ditemui di Sumber, Cirebon, Kamis (14/2/2019).

Dalam perumusan kebijakan tersebut, pihaknya ikut terlibat karena termasuk salah satu kepala dinas yang diundang dan memberikan jejak pendapat serta menyusun Permendagri untuk kepentingan dukcapil go digital tersebut.

"Insyaallah dukcapil go digital ini akan memudahkan langkah masyarakat untuk mengurangi tingkat perkeliruan baik gratifikasi, pemerasan maupun pungli karena dengan dukcapil go digital ini tidak lagi terlalu banyak pertemuan antara pemohon dengan petugas," tambahnya.

Menurutnya, makna dari dukcapil go digital sendiri yaitu masyarakat tidak lagi menggunakan tandatangan basah atau manual, tetapi menggunakan barcode.

"Sudah tidak lagi tandatangan basah tetapi sekarang di kita masih masa transisi, jadi ada yang masih tandatangan basah dan ada yang sudah memakai barcode," kata dia.

Gempa Berkekuatan 5 SR Guncang Banten dan Malang, Hari Ini 14 Februari

Untuk bisa menerapkan dukcapil go digital tersebut, tandatangan kepala dinas Disdukcapilnya pun didaftarkan ke Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mendapatkan sertifikasi digital.

Inovasi itu, kata dia, pastinya akan mempermudah masyarakat. Sebab sekarang, masyarakat cukup datang ke kecamatan, tidak lagi ke Disdukcapil untuk melakukan tandatangan.

"Di antaranya yang sudah bisa dengan tandatangan barcode yaitu kartu keluarga (KK), proses pindah datang, akte lahir dan akte kematian. Semua itu cukup di kecamatan saja," pungkasnya.

Baru Diperbaiki, Trotoar Jalan Raya Bandung-Garut Sudah Rusak Lagi

Pemkot Bandung Larang Murid SD dan SMP Rayakan Valentine, Pemprov Jabar Belum Larang Siswa SMA

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved