Krisis kemanusiaan di Tanah Palestina Terus Berlangsung Hingga Kini

Krisis kemanusiaan di Tanah Palestina. Kasus minimnya ketahanan pangan di Palestina belakangan mencuat dan berdampak pada anak-anak

Krisis kemanusiaan di Tanah Palestina Terus Berlangsung Hingga Kini
Istimewa
Kasus minimnya ketahanan pangan di Palestina belakangan mencuat dan berdampak pada anak-anak Palestina usia sekolah. 

TRIBUNJABAR.ID, GAZA- Krisis kemanusiaan di Tanah Palestina terus berlangsung hingga kini.

Blokade berbagai akses vital oleh Israel makin melumpuhkan perekonomian sipil Palestina yang berdampak pada kesulitan pemenuhan kebutuhan pokok seperti pangan.

Kasus minimnya ketahanan pangan di Palestina belakangan mencuat dan berdampak pada anak-anak Palestina usia sekolah.

Awal Februari lalu, Zaher Al-Banna selaku Kepala Dewan Orang Tua di sekolah organisasi PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan, banyak siswa di sekolah-sekolah Palestina yang melewatkan sarapan sebelum ke sekolah.

Hal ini dikarenakan keterbatasan finansial keluarga mereka, sebagai akibat dari blokade Israel yang berkepanjangan.

Buntut dari peristiwa tersebut adalah banyaknya siswa kekurangan gizi, anemia, pusing, dan pingsan saat di sekolah.

Film Frozen 2 akan Segera Tayang, Ada Banyak Karakter Baru

Biodata Girlband Baru JYP Itzy, Chaeryeong Hampir Jadi Member Twice, Ryujin Muncul di MV Teaser BTS

Kasus minimnya ketahanan pangan di Palestina belakangan mencuat dan berdampak pada anak-anak Palestina usia sekolah.
Kasus minimnya ketahanan pangan di Palestina belakangan mencuat dan berdampak pada anak-anak Palestina usia sekolah. (Istimewa)

Lebih lanjut, Zaher menambahkan, kasus akibat anak-anak tidak makan sebelum sekolah ini mengurangi kesanggupan mereka untuk menyerap pelajaran.

“Potensi besar malnutrisi dapat terjadi di kalangan anak-anak di Palestina, khususnya Gaza,” ujar Zaher. Masalah kebutuhan pangan anak-anak Palestina pun tak luput dari perhatian masyarakat Indonesia.

Secara berkelanjutan, bangsa Indonesia melalui ACT menyediakan santapan penuh gizi untuk warga Palestina, baik yang berada di Gaza maupun Yerusalem.

Sekitar 500-1000 porsi makanan siap santap terus diproduksi setiap harinya di Dapur Umum Indonesia di Gaza. Hal ini disampaikan oleh Andi Noor Faradiba dari Tim Global Humanity Response (GHR) - ACT.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved