Urus Izin Meikarta, Fitradjaja Purnama Dibayar 1.000 Dolar Singapura Per Hari

Sidang kasus dugaan suap izin Meikarta berlanjut hari ini. Ada tiga saksi ahli hukum yang dihadirkan.

Urus Izin Meikarta, Fitradjaja Purnama Dibayar 1.000 Dolar Singapura Per Hari
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Sidang lanjutan dugaan suap izin Meikarta, Rabu (13/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setelah memeriksa tiga saksi ahli hukum, persidangan kasus suap perizinan proyek Meikarta di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (13/2/2019), dilanjutkan dengan pemeriksan saksi dua terdakwa, Fitradjaja Purnama dan Taryudi.

Sepanjang siang ini, sidang mendengarkan pendapat saksi ahli hukum pidana Dian Hendriawan, I Gede Panca Astawa, dan Jisman Samosir.

Saksi ahli Dian dan dan Panca Astawa dihadirkan tim pengacara terdakwa Billy Sindoro dan dan Henry Jasmen.

Keduanya meringankan kedua terdakwa.

Saksi Dian misalnya, menyebut bahwa peran Billy sebenarnya adalah sebagai orang yang turut serta melakukan, bukan menyuruh melakukan, sedangkan menurut pengacara Billy Sindoro, Ervin Lubis, sepanjang persidangan, saksi tidak menyebut ekplisit peran Billy.

Sidang dikebut karena pada 4 Maret, hakim harus sudah membacakan vonis, mengingat batas waktu penahanan ke empat terdakwa berakhir pada 11 Maret.

Di pemeriksaan Fitradjaja Purnama, jaksa KPK menampilkan bukti pesan Whatsapp antara Billy Sindoro dengan Fitradjaja serta Fitradjaja dengan Henry Jasmen‎.

"Saya dikenalkan dengan Billy Sindoro oleh Henry Jasmen, saat itu disebut sebagai owner representatif Lippo. Saat itu belum membahas Meikarta," ujar Fitradjaja.

Pada pertemuan selanjutnya, Fitradjaja Purnama ‎mengatakan ia diminta bantuan oleh Billy Sindoro untuk mengurus perizinan.

"‎Pak Billy minta bantuan saya untuk minta pengurusan izin Meikarta, karena Meikarta sudah punya IPPT, master plan namun belum ada izin lainnya," ujar Fitradjaja.

Fitradjaja juga menyebut bahwa kode "Santa" adalah sebutan untuk Billy Sindoro.

"Santa itu sebutan dari Henry Jasmen, sebelumnya dia sebut Pak Billy dengan Pak Bis," ujar dia.

Kemudian, Fitradjaja mengatakan ia diminta Billy Sindoro untuk intens berada di Jakarta untuk mengurus perizinan Meikarta dengan komitmen fee dengan nilai fantastis.

"Dengan fee sebesar 1000 SGD per hari. Saat itu Pak Billy minta saya untuk 80 persen tinggal intens di Jakarta," ujar Fitradjaja.

Live Streaming Liga Champions di RCTI, Ajax Amsterdam vs Real Madrid, Bisa Nonton di Ponsel

5 Jenis Pengobatan Ini Disebut Bisa Sembuhkan Kanker Darah

Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved