Resah Dapat Surat Edaran dari Satpol PP, PKL di Taman Kota Tasikmalaya Demo ke Bale Kota

Resah dapat selebaran dari Satpol PP, PKL di Taman Kota Tasikmalaya demo ke Bale Kota.

Resah Dapat Surat Edaran dari Satpol PP, PKL di Taman Kota Tasikmalaya Demo ke Bale Kota
Tribun Jabar/Isep Heri
Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di kawasan Taman Kota Tasikmalaya menggelar aksi demo di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (13/2/2019) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR ID, TASIKMALAYA - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di kawasan Taman Kota Tasikmalaya menggelar aksi demo di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (13/2/2019) siang.

Sejumlah pedagang yang didominasi emak-emak membawa serta spanduk berisikan tuntutan atas keresahan mereka.

Melalui pengeras suara yang dibawa di mobil bak terbuka, beberapa pedagang berorasi menyuarakan tuntutan di hadapan sejumlah pejabat Setda Kota Tasikmalaya di depan gedung Bale Kota.

Koordinator aksi, Maman 'Hunter' Surahman, mengatakan, aksi dilakukan menyusul keresahan para pedagang yang selama ini merasa dihantui surat edaran yang dikeluarkan pemerintah kota melalui satpol PP.

Surat edaran tersebut ialah mengenai ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat yang mana kawasan Taman Kota Tasikmalaya harus steril dari kegiatan usaha.

"Ini merupakan hasil daripada beberapa kali audiensi tidak ada tindak lanjut dari pemerintah kota katanya Taman Kota harus steril, tapi kami sebagai pedagang meminta keadilan melalui solusi yang tidak merugikan terlebih berdagang adalah mata pencaharian kami," kata Maman.

Jika memang kawasan Taman Kota harus steril, kata Maman, para pedagang yang selama ini beraktivitas di sana harus pindah ke mana.

"Meminta keadilan supaya ada kebijaksanaan, meminta solusi dan tidak ada jawaban, mau ke mana?," ujarnya.

Pedagang lainnya, Marwan Muharom Ibudnu Hapidz, mengatakan, jika menilik perda Tratib Tranmas 2009 pasal 11 A, kegiatan usaha yang tidak diperbolehkan di sarana publik semisal Taman Kota ialah kegiatan yang permanen.

"Sementara aktivitas pedagang di sana dari pagi sampai siang, sore sampai malam. Itu bergiliran, ada sekitar 96 PKL yang tergabumg sistemnya buka tutup" jelasnya.

"Kami akan tetap bertahan, kami siap menerima kebijakan asal solusinya kami tetap bisa mencari penghasilan, toh, selama ini tidak mengganggu aktivitas warga di Taman Kota," ujarnya.

Perwakilan pemerintah yang menemui massa, Kuswa Wardana, Asisten Administrasi Pembangunan Bagian Ekonomi Setda Kota Tasikmalaya, mengaku telah merumuskan permintaan massa yang intinya berisi dua poin.

"Kami tampung aspirasi, para pedagang meminta jangan ada surat selebaran yang mereka meresahkan. Kemudian mereka meminta penataan," kata Kuswa Wardana.

Untuk selanjutnya tuntutan massa, disebut Kuswa akan disampaikan kepada Wali Kota yang pada saat pedagang menggelar aksi, Budi Budiman sedang menghadiri kegiatan lain.

Kasatlantas Polres Bandung: Kaum Millenials Rentan Alami Kecelakaan Lalu Lintas

Pengembang Perum Griya Asri Cireundeu Diminta Segera Bikin Dinding Penahan Tanah

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved