Pedagang Pasar Sumber Minta Kejelasan Relokasi, Pemkab Cirebon Beri Tanggapan Ini

Para pedagang Pasar Sumber meminta kepastian Pemkab Cirebon mengenai pemindahan lokasi berdagang dari pasar darurat ke bangunan pasar baru yang direvi

Pedagang Pasar Sumber Minta Kejelasan Relokasi, Pemkab Cirebon Beri Tanggapan Ini
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Penjabat Bupati Cirebon, Dicky Saromi, saat ditemui di Setda Kabupaten Cirebon, Jumat (23/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Para pedagang Pasar Sumber meminta kepastian Pemkab Cirebon mengenai pemindahan lokasi berdagang dari pasar darurat ke bangunan pasar baru yang direvitalisasi pasca kebakaran tahun 2015.

Satu di antara penghambat belum ditempatinya Pasar Sumber, ada sekitar 800 pedagang yang tidak mendapat kios, los, atau lemprakan di dalam pasar ini.

Seperti diketahui, bangunan Pasar Sumber hanya menampung 549 pedagang. Jumlah itu sesuai dengan data pedagang sebelum pasar tersebut terbakar.

Namun, pasca kebakaran jumlah pedagang mencapai 1.309 orang.

Banyaknya pedagang baru yang ikut berjualan di pasar darurat menjadi kendala untuk bisa menempati bangunan baru. Sebab, mereka tak tertampung.

Sempat Jebol, Kirmir Sungai Cicadas di Pasir Pogor Bandung Mulai Dibangun Kembali [VIDEO]

Di Jawa Barat, Suara untuk Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi Masih Bisa Saling Susul

Lantai Dua Rumah di Bojongloa Kidul Terbakar, Diduga Karena Setrika Belum Dimatikan

Meski sebelumnya mereka akan ditempatkan di sepanjang jalan depan Pasar Sumber dengan aturan yang ditentukan, tetapi muncul gejolak dari para pemilik rumah toko (ruko) Pasar Sumber, karena toko mereka tertutup oleh para pedagang lemprakan.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Mustofa, mengatakan, revitalisasi Pasar Sumber dilakukan karena kondisi bencana.

"Jumlah pedagang dulu tak sebanyak sekarang yang mencapai 1.309 pedagang. Tingginya jumlah pedagang itu karena sebelumnya direncakan relokasi. Tapi, kami mengeluarkan rekomendasi agar direvitalisasi," ucapnya saat ditemui di Sumber, Cirebon, Rabu (13/2/2019).

Sebelumnya, Kepala Bidang Pasar Disperdagin Kabupaten Cirebon, Eka Hamdani, mengaku bahwa membludaknya pedagang baru hingga tidak tertampung dalam bangunan pasar itu, menjadi masalah yang harus dipikirkan bersama.

"Yang jelas kami hanya bisa mengatur apa yang ada di dalam porsi kami, yakni yang ada di dalam pasar. Kalau pedagang lainnya bukan kewenangan kami sepenuhnya, tapi Satpol PP, dan Dishub juga. Karena secara aturan juga tidak diperbolehkan berjualan di jalan," kata Eka.

Sementara itu, Penjabat Bupati Cirebon, Dicky Saromi, mengatakan, pada prinsipnya pemerintah daerah akan mengakomodasi semua pedagang yang ada. Artinya, semua pedagang yang ada di pasar darurat akan berjualan di Pasar Sumber.

"Alternatifnya, nanti para pedagang yang lemprakan akan berjualan di samping kanan atau kiri bangunan Pasar Sumber," kata Dicky saat ditemui di Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (13/2/2019).

Nantinya, para pedagang diharapkan tidak saling berkompetisi tapi saling mendukung satu sama lain, sehingga ada simbiosis mutualisme.

"Di lain pihak kita berharap kalau ini bisa ditampung di pasar yang ada ini juga tidak mengganggu lingkungan terutama lalulintas. Karena bagaimanapun juga jangan sampai pasar semrawut. Harapan kami ini bisa dilakukan dalam waktu dekat," katanya.

Surat Suara DPD Tiba di KPU Kabupaten Garut Hari Ini, Masih Tunggu Surat Suara Pilpres

Anne Dorong Pemprov Jabar Berlakukan Aturan Larangan Siswa SMA Bawa Kendaraan Bermotor ke Sekolah

BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Biaya Medis Akibat Kecelakaan Kerja Tanpa Batas

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved