Eddy Soeparno Ingin Berdayakan Kapabilitas Perempuan Lewat UMKM

Eddy Soeparno ingin memberdayakan kapabilitas perempuan Jawa Barat, khususnya di Cianjur dan Bogor, melalui UMKM.

Eddy Soeparno Ingin Berdayakan Kapabilitas Perempuan Lewat UMKM
istimewa
Eddy Soeparno ingin berdayakan kapabilitas perempuan lewat UMKM. 

TRIBUNJABAR.ID - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno ingin membuat kaum perempuan Jawa Barat, khususnya Cianjur-Bogor berdaya.

Eddy meyakini kapabilitas kaum wanita mampu membuat produk UMKM kembali berdaya.

“Memberdayakan perempuan itu sesuai dengan kapasitas minat dengan perempuan. Seperti kuliner, UMKM yang disukai perempuan,” kata Eddy Soeparno.

Data Bank Indonesia menyebutkan bahwa total Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tahun 2018 mencapai 57,83 juta dengan lebih dari 60 persen dikelola oleh perempuan.

Artinya, jumlah pelaku UMKM perempuan di Indonesia mencapai 37 juta.

Dengan jumlah tersebut, Eddy yakin ekonomi masyarakat terutama warga desa bisa meningkat dengan memberdayakan potensi UMKM.

Namun demikian untuk mewujudkan itu perempuan bukan hanya perlu diberdayakan tapi juga pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guna mengembangkan usaha.

“Bukan hanya pemberdayaannya saja tapi juga di pelatihannya. Sehingga ada peningkatan kapasitas dan kemampuan. Ini hal yang sangat penting bagi kami untuk bisa meningkatkan keterampilan kaum perempuan untuk menjadi penggerak UMKM. Tidak saja mencari kerja tapi juga memberi kerja,” ucapnya.

Hal yang paling penting menurut Eddy, para pelaku UMKM perlu bimbingan secara terus menerus agar nantinya ada program yang berkesinambungan.

Selain itu, pengembangan UMKM dan pemberdayaan perempuan juga butuh dukungan dari berbagai pemangku kebijakan di daerah maupun pusat.

“Pertama yang penting program pelatihan, tidak hanya musiman saja tapi juga harus menjadi program yang bekesinambungan. Harus ada capaian yang jelas. Hasil yang dicapai menjadi sangat penting,” ucap Eddy.

“Ini butuh dukungan, bukan hanya DPR RI tapi juga seluruh pemangku kepentingan, Bupati, Wali Kota, Kementerian Koperasi dan UMKM. Itu bisa menjadi kunci untuk bisa menggerakan roda perekonomian masyarakat yang paling mikro,” ujarnya.

Editor: taufik ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved