Dosen Fikom Unpad Ini Ingatkan MWA Soal Pemilihan Rektor, Harus Sistem Merit

Sistem merit yang dimaksud adalah pemilihan rektor berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja kandidat rektor. Sehingga bukan berdasarkan koneks

Dosen Fikom Unpad Ini Ingatkan MWA Soal Pemilihan Rektor, Harus Sistem Merit
pilrek.unpad.ac.id
Tiga calon rektor UNPAD, Aldrin Herwany (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Atip Latipulhayat (Fakultas Hukum), dan Obsatar Sinaga (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Dosen Fikom Universitas Padjadjaran, Prijana, menyesalkan sikap Ketua Majelis Wali Amanat (MWA), Rudiantara, yang tidak memiliki sikap tegas mengenai Pemilihan Rektor Unpad.

Rudiantara menegaskan bahwa MWA masih memverifikasi aduan masyarakat, dalam proses pemilihan rekam jejak ketiga bakal calon.

Prijana menanggapi kembali soal akomodasi pengaduan masyarakat yang sudah dilakukan MWA.

Menurutnya, hal itu menjadi satu di antara faktor Pemilihan Rektor Unpad molor.

"Pengaduan masyarakat pertama itu sudah terjawab, ini membuka pengaduan pengaduan lagi. Pada pengaduan masyarakat kedua hilang begitu saja. Sekarang pengaduan masyarakat ketiga. Nah ini yang saya maksud Ketua MWA tak punya sikap," ujar Prijana saat dihubungi Tribun Jabar, Rabu (13/2/2019).

Kondisi Terkini Ani Yudhoyono yang Idap Kanker Darah Dibocorkan AHY, Bagikan Foto-foto Terbarunya

2 Pekan Berlatih, Persib Bandung Depak Kunihiro Yamashita, Manajemen Mengaku Belum Tahu

Pengembang Perum Griya Asri Cireundeu Didesak Pemkot Cimahi Membuat Saluran Overflow

Prijana menerangkan, sudah tiga kali pengaduan masyarakat diadakan, tetapi tidak memiliki kejelasan dan ketegasan.

Pengaduan pertama, aduan masyarakat tidak memiliki SOP namun berjalan, pengaduan kedua dibuka kembali dengan SOP pada 10 - 17 Januari 2019 namun berangsur tak berjalan.

Adapun pengaduan ketiga yang diadakan pada 1-8 Februari 2019 dengan pengadopsian SOP dari Telkom.

Oleh karena itu, Prijana menilai sikap Rudiantara tidak tegas dan berubah-ubah.

"Itulah sikap mendua Ketua MWA dan intervensi Menristekdikti. Kok repot cari-cari segala. Percayakan kepada MWA Unpad untuk melaksanakan Pilrek, toh ada PPR (panitia Pemilihan Rektor) masa sih enggak percaya," jelasnya.

Ia juga meminta MWA sebaiknya tidak hanya fokus pada good governance, tapi juga memperhatikan sistem merit yang diamanahkan UU No. 5 Tahun 2014 Tentang ASN, katanya.

Sistem merit yang dimaksud adalah pemilihan rektor berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja kandidat rektor. Sehingga bukan berdasarkan koneksi politik.

"'Kumaha aing', cocok disematkan pada Ketua MWA Rudiantara, sikap 'kumaha aing' tidak cocok pimpin MWA. MWA itu kolektif kolegial, oleh sebab itu kacau," ucap Prijana.

"Ini Unpad loh, kasihan digantung-gantungkan tidak punya rektor. Tidak ada permasalahan apa-apa lagi, semua sudah terjawab. Sudah tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda," tuturnya.

Khofifah Indar Parawansa, Anak Peternak Sapi, Pernah Jualan Es, Cita-citanya Ingin Masuk Kabah

Pasca Banjir Bandang, Camat Cilengkrang Mediasi Warga dengan Pengembang, Bahas Masalah Ini

Persib Bandung vs Arema FC Diundur, Ini Kata Miljan Radovic

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved