Bunuh Diri Itu Enggak Enak, Mati Sia-sia, dan Termasuk Dosa Besar? Ini Penjelasannya dalam Islam

Bagaimana Islam menghukumi orang yang bunuh diri atau mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri? Belakangan banyak orang bunuh diri

Bunuh Diri Itu Enggak Enak, Mati Sia-sia, dan Termasuk Dosa Besar? Ini Penjelasannya dalam Islam
istimewa/Dede, Potensi SAR Pangandaran
Surat bunuh diri yang ditemukan di atas tebing di kawasan Pangandaran. 

TRIBUNJABAR.ID - Bagaimana Islam menghukumi orang yang bunuh diri atau mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri?

Pertanyaan hukum Islam terhadap kasus bunuh diri atau gantung diri muncul seiring banyaknya peristiwa penemuan orang tewas karena bunuh diri.

Pada Selasa (12/2), Pandi, pria asal Garut mengakhiri hidunya dengan cara gantung diri.

Polisi memberikan keterangan, Pandi memilih gantung diri karena dicurigai sebagai pelaku pembunuhan anak tirinya.

Pandi kabur dari rumah setelah ada kecurigaan bahwa anak tirinya meninggal dunia karena penganiayaan. Setelah dicari, ternyata dia melakukan bunuh diri.

Sehari kemudian, Rabu (13/2), di Purwakarta, Dadi, ditemukan tewas gantung diri di sebuah saung, tak jauh dari rumahnya.

Pihak keluarga mengatakan Dadi memiliki riwayat penyakit diabetes.

Keluarga menduga Dadi gantung diri karena frustasi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Pacar Ogah Diajak Nikah, Pemuda 18 Tahun Mencoba Bunuh Diri, Ditanya Polisi Dijawab Senyuman

Pekan lalu, seorang gadis berusia 15 tahun di Kupang membuat heboh tetangganya, karena ditemukan tewas gantung diri.

Dua hari sebelum kasus bunuh diri gadis di Kupang itu, warga di Benus, NTT, dihebohkan penemuan pria mati bunuh diri dengan cara gantung diri di pohon Asem.

Halaman
123
Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved