Tangani Kasus Pencurian dengan Tersangka Bos Batik, Polres Cianjur Mengaku Sudah Sesuai Prosedur

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah melalui Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Budi Nuryanto telah menangani kasus curanmor dengan tersangka Suherman Mihardja

Tangani Kasus Pencurian dengan Tersangka Bos Batik, Polres Cianjur Mengaku Sudah Sesuai Prosedur
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Pengacara Boyamin Saiman saat mendatangi Satreskrim Polres Cianjur. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kapolres Cianjur AKBP Soliyah melalui Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Budi Nuryanto, mengaku telah menangani kasus pencurian kendaraan bermotor ( curanmor) dengan tersangka Suherman Mihardja alias Aan, sesuai dengan prosedur yang ada.

Ia mengatakan, jajaran kepolisian terutama para penyidik yang menangani kasus tersebut sudah melakukan operasional prosedur yang ada.

Hal tersebut dikatakan Kasatreskrim setelah ditanya perihal kasus tersebut yang akan dipraperadilankan oleh pengacara kondang ibukota Boyamin Saiman.

"Penyidik sudah sesuai dengan standar operasional prosedur," ujar Budi, Selasa (12/2/2019).

Nama Suherman Mihardja alias Aan mendadak jadi sorotan setelah berurusan dengan pihak kepolisian di Cianjur.

Aan ditetapkan menjadi tersangka setelah pihak kepolisian meningkatkan kasusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan, bahkan berkasnya sudah dinyatakan lengkap alias P21.

Boyamin Saiman pengacara korban pencurian sepeda motor, Hartanto Jusman, mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, Aan yang juga merupakan bos batik Aliera itu sudah beberapa kali berurusan dengan aparat kepolisian.

Selain di Cianjur, Aan juga pernah berstatus tersangka dalam kasus berbeda yang ditangani Polda Metro Jaya.

"Hasil penelusuran kami, Aan ini juga tercatat sudah ditetapkan sebagai tersangka di kasus yang lain. Tahun 2017 dia tersangka atas dugaan pemalsuan akta tanah. Sama halnya dengan yang di Cianjur kasusnya mandek hanya sampai P21, polisi belum juga menyerahkan tersangka ke pihak kejaksaan," kata Boyamin yang sempat menjadi pengacara Antasari Azhar tersebut, Selasa (12/2/2019), melalui sambungan telepon.

Boyamin melalui Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) bahkan pernah bersurat ke Kabid Propam Polda Metro Jaya terkait kasus Aan yang ditangani oleh Polda Metro Jaya. Surat itu disebut Boyamin dilayangkan pada 23 Januari 2018 silam.

"Saat itu kami mempertanyakan, kenapa yang bersangkutan sudah dinyatakan P21 tapi tidak kunjung dibawa untuk diserahkan ke aparat kejaksaan. Malahan dibuatkan laporan pencarian dan upaya maksimal (kepolisian) namun saudara Aan tidak ditemukan, ini kasusnya sudah melar selama 4 tahun loh," katanya.

Aan beberapa kali muncul ke publik karena tersandung masalah lain. Pada 9 November 2018 Aan muncul di Polres Metro Jakarta Barat, pada 8 Mei 2018 Aan kembali muncul di Cianjur untuk mengikuti rekontruksi kasus curanmor yang menjeratnya.

Boyamin mengatakan pihaknya tidak ingin mengintervensi kasus ini, namun selaku pengacara dari kasus curanmor yang saat ini dia tangani, Boyamin khawatir kasusnya akan berakhir sama dengan kasus lainnya yang menjerat Aan.(fam)

Kuasa Hukum Ahmad Dhani dan Jaksa Saling Dorong, Usai Sidang - Suasana Sempat Ricuh

Ezechiel Berduka Terkait Ibunya, Tetap Mampu Cetak Hattrick, Bawa Persib Menang 7-0 atas Persiwa

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved