Saat Banjir Melanda, Tumpukan Sampah di Sungai Cikeruh Kerap Terbawa Arus Hingga Permukiman Warga

"Dua hari kemarin, banyak sampah yang menumpuk juga di depan pintu rumah. Itu sudah pasti dari sungai," kata Hari (54), warga Kampung Sapan di sekitar

Saat Banjir Melanda, Tumpukan Sampah di Sungai Cikeruh Kerap Terbawa Arus Hingga Permukiman Warga
tribunjabar/hakim baihaqi
Pemandangan tidak elok terlihat di aliran Sungai Cikeruh tepatnya di bawah Jembatan Cikeruh, Kampung Sapan, Desa Tegalluar 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kampung Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, mengaku terkena dampak dari tumpukan sampah yang berada di aliran Sungai Cikeruh.

Informasi dari warga sekitar, saat curah hujan tinggi dan air dari aliran Sungai Cikeruh meluap, beberapa rumah warga di sekitar sempadan sungai kerap terendam banjir hingga ketinggian 30 sentimeter.

Selain luapan air dari Sungai Cikeruh yang menggenangi  Kampung Sapan, sampah menumpuk dari aliran Sungai Cikeruh pun kerap melimpas dan mengotori permukiman penduduk.

"Dua hari kemarin, banyak sampah yang menumpuk juga di depan pintu rumah. Itu sudah pasti dari sungai," kata Hari (54), warga Kampung Sapan di sekitar Sungai Cikeruh, Kecamatan Bojongsoang, Selasa (12/2/2019).

Setelah Pelantikan Gubernur Jatim Besok, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak Akan Sujud Syukur

Siapa Sosok Perempuan yang Menjadi Korban Mutilasi? Istri Nuryanto Tidak Mengenal Ai Munawaroh

Hari mengatakan, banjir disertai sampah tersebut sudah berlangsung sejak 10 tahun terakhir dan cenderung semakin parah setiap tahunnya.

"Mengeluhkan kondisi ini, mau gimana lagi. Mau pindah, tapi mau kemana?," kata Hari.

Pantauan Tribun Jabar, tepat di sekitaran dan kolong jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Bojongsoang - Rancaekek ini, di bawahnya terdapat tumpukan sampah.

Sekitar Jembatan Cikeruh, sampah yang menumpuk di aliran air, sebagian besar merupakan sampah plastik rumah tangga, styrofoam, kayu, potongan bambu kering, hingga kasur tidur.

Akibatnya adanya tumpukan sampah yang menutupi hampir seluruh ruang Sungai Cikeruh, laju air terhambat dan hampir meluap ke jalan sisi sungai.

Tak hanya membuat pemandangan tidak elok, tumpukan sampah tersebut mengeluarkan bau tidak sedap dan semakin dikeluhkan oleh warga sekitar.

Saat berjalan atau beraktivitas di sekitar aliran sungai, warga terpaksa menutup hidung agar terbebas dari bau busuk tumpukan sampah yang kerap tercium sepanjang hari.

Siswa yang Tantang Guru di Gresik, Belum Masuk Sekolah Kembali

8 Kado Valentine yang Cocok Diberikan untuk Pacar, Sahabat, dan Keluarga, Kadonya pun Pasti Berkesan

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved