Ombudsman RI Mengapresiasi Sejumlah Program Pemprov Jabar

Ombudsman RI sangat mengapresiasi sejumlah program Pemprov Jabar yang diluncurkan sejak Ridwan Kamil memimpin sebagai Gubernur Jabar

Ombudsman RI Mengapresiasi Sejumlah Program Pemprov Jabar
Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Anggota Ombudsman RI, Dadan S Suharmawijaya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ombudsman RI sangat mengapresiasi sejumlah program Pemprov Jabar yang diluncurkan sejak Ridwan Kamil memimpin sebagai Gubernur Jabar yakni Layad Rawat dan Jabar Quick Response.

Program-program ini dinilai memberikan pelayanan kepada masyarakat melebihi dari yang diharapkan.

Anggota Ombudsman RI, Dadan S Suharmiwijaya, mengatakan dengan program Layad Rawat, Pemprov Jabar membantu masyarakat mendapatkan pelayanan masyarakat, yakni membantu masyarakat kurang mampu mendapat layanan pengobatan yang memang gratis.

Dadan mengatakan walau pemerintah sudah menjamin biaya kesehatan warganya melalui Jaminan Kesehatan Nasional, istilahnya gratis, namun masih ada warga sakit yang tidak mampu menjangkaunya dengan alasan tidak ada yang mengantar atau biaya transportasinya.

Dengan program Layad Rawat pemerintah memberi pelayanan secara khusus kepada masyarakat yang membutuhkan batuan. Bahkan tenaga medis secara langsung mengobati warga di tempat tinggalnya.

"Ombudsman mendorong pemerintah membuat inivasi pelayanan publik termausk kesehatan. Walau sudah advance ya di daerah bahkan ada layanan kesehatan dan pendidikan gratus, di antara kita masih ada warga negara yang untuk akses ke yang gratis saja tidak bisa karena keluarganya tidak mampu membawa pasien ke rumah sakit, akhirnya tidak diobati," kata Dadan di Gedung Sate, Selasa (12/2).

Dengan Jabar Layad Rawat, katanya, Pemprov Jabar tidak hanya memasuki era new public administration and service, tapi sudah menyentuh sisi public value, yakni membuat semua warganya mengakses pelayanan publik.

"Semoga terus berkelanjutan programnya dan bukan hanya riak-riak di awal. Harus konsisten jemput bola ke wilayah-wilayah. Jawa Barat kan luas," ujar Dadan.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, saat ditenui seusai acara sosialisasi Peran Fungsi dan Kewenangan Ombudsman RI, di Gedung Sate, Selasa (12/2), mengatakan dengan apresiasi ini, Pemprov Jabar harus mempertahankan bahkan meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

"Ternyata berdasarkan penilaian dari Ombudsman ada satu yang sudah masuk dalam kategori pelayanan masyarakat paling tinggi. Beberapa layanan kesehatan yang paling tinggi yaitu yang pertama adalah Layad Rawat Jabar," ujar Iwa.

Iwa mengatakan pelayanan kesehatan di Jabar cukup baik karena Jabar memiliki 1.069 puskesmas yang telah teregitrasi. Juga ada 345 rumah sakit umum daerah dan rumah sakit umum swasta. Serta ada 263 klinik pratama dan 220 klinik utama.

Soal program Layad Rawat, Iwa mengatakan saat ini pihaknya sedang bertahap mengembangkannya. Pertama kali, program ini diluncurkan di Kota Cirebon, pada akhir tahun lalu. Kemudian secara bertahap akan dilakukan di daerah lainnya. (Sam)

Kenangan Mendiang Olga Syahputra, Menangis Gara-gara Ucapan Billy Syahputra

Ezechiel Berduka Terkait Ibunya, Tetap Mampu Cetak Hattrick, Bawa Persib Menang 7-0 atas Persiwa

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved