Minat Baca di Indonesia Berangsur Membaik, Berkat Banyaknya Perpustakaan dan Sudut Baca

Persentase minat baca masyarakat Indonesia dinilai sudah lebih baik. Mencapai lebih dari 50 persen.

Minat Baca di Indonesia Berangsur Membaik, Berkat Banyaknya Perpustakaan dan Sudut Baca
Tribun Jabar/Haryanto
Ketua Umum Ikatan Pustakawan Indonesia, T Syamsul Bahri saat mengakses Perpustakaan Digital Purwakarta, Selasa (12/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Ketua Umum Ikatan Pustakawan Indonesia, T Syamsul Bahri mengatakan persentase minat baca masyarakat di Indonesia telah mencapai lebih dari 50 persen.

Hal tersebut dikatakan di sela kegiatannya mewakili pihak Perpustakaan Nasional pada peresmian Gedung Perpustakaan Digital Purwakarta, Selasa (12/2/2019).

"Minat baca masyarakat Indonesia di tahun 2018 sudah masuk taraf sedang, sudah di atas 50 persen, itu sudah bagus. Itu di luar dugaan," kata Syamsul Bahri di Perpustakaan Digital Purwakarta, Jalan KK Singawinata, Nagri Tengah, Purwakarta.

Dia menambahkan, Indonesia pernah menjadi negara yang masyarakatnya sangat rendah akan minat baca.

Di tahun 2016, Pustakawan Nasional itu menyebutkan persentase minat baca di Indonesia hanya 26 persen.

Seiring berjalannya waktu, minat baca masyarakat semakin meningkat.

Meski tidak signifikan, tapi pada tahun 2017 persentasenya mencapai 37 persen.

Sedangkan di tahun 2018, kenaikan yang siginifikan terjadi di tengah masyarakat Indonesia yang terus sadar akan pentingnya membaca.

"Kami pikir masih di ambang batas rendah, tapi ternyata naik lebih jauh, ke taraf sedang. Faktornya itu karena masyarakat semakin membutuhkan informasi yang lebih luas," ujar Syamsul Bahri.

Menurutnya, keberadaan banyak perpustakaan maupun sudut baca menunjang berbagai aspek peningkatan minat baca.

Dia mengaku bahwa di setiap daerah, kini telah memiliki tempat atau area khusus untuk membaca buku.

Ditambah lagi koleksi buku yang beragam di setiap tempat pun menjadi salah satu pendukung meningkatnya minat baca.

"Bahkan saat ini di warung kopi, bandara, lapas, rumah sakit, puskesmas, hingga kantor polisi sudah ada tempat khusus untuk membaca. Itu salah satu hal baik," ucap Syamsul Bahri.

Soal Perpustakaan Digital, Pustakawan Nasional: Fisiknya di Rumah, Pikiran & Hati di Perpustakaan

Perpustakaan Berkonsep Digital di Purwakarta Diklaim yang Pertama di Jabar

Penulis: Haryanto
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved