Buka Rapim TNI dan Polri, Pangdam III/Siliwangi Bahas Soal Pengaruh Teknologi

"Setiap ada bencana alam, TNI dan Polri dipastikan ada di barisan terdepan sebelum instansi lainnya," ujarnya.

Buka Rapim TNI dan Polri, Pangdam III/Siliwangi Bahas Soal Pengaruh Teknologi
Tribun Jabar/ Daniel Andreand Damanik
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono bersama Kapolda Jabar, Kapolda Banten, dan Wakil Gubernur Jawa Barat saat pelaksanaan Rapim TNI dan Polri di Bandung (12/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Tri Soewandono, membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri untuk wilayah Jawa Barat dan Banten yang dilaksanakan di Kota Bandung, Selasa (12/2/2019).

"Rapim ini menindaklanjuti Rapim di Jakata yang dilaksanakan pada 29 Januari 2019 lalu. Acara tersebut di buka oleh Presiden RI Ir Joko Widodo di Istana," kata Mayjen TNI Tri Soewandono.

Pada pembukaan acara tersebut, Mayjen TNI Tri Soewandono mengatakan bahwa Ia mengampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya terhadap jajaran Polda Jabar dan Polda Banten dalam sinergitas, khususnya saat terjadi bencana alam tanah longsor di Sukabumi dan Tsunami di Selat Sunda.

Mayjen TNI Tri Soewandono mengatakan, saat proses penanggulangan bencana, antara TNI dan Polri tidak lagi membeda-bedakan latar belakang instansi dalam tugas kemanusiaan.

Mayjen TNI Tri Soewandono juga menyampaikan apresiasi dari Presiden Jokowi terkait kesiapsiagaan TNI dan Polri saat terjadi bencana alam. Sebagai contohnya ialah saat bencana tanah longsor di Sukabumi dan tsunami di Selat Sunda.

Khusus di wilayah Jabar dan Banten, Mayjen TNI Tri Soewandono menjelaskan, bahwa kerawanan yang harus diantisipasi ialah meletusnya Gunung Krakatau dan sesar Lembang.

"Setiap ada bencana alam, TNI dan Polri dipastikan ada di barisan terdepan sebelum instansi lainnya," ujarnya.

Selain berbicara tentang sinergitas dalam penanggulangan bencana, Mayjen Tri Soewandono juga menyampaikan bahwa di era teknologi yang semakin pesat, bisa menjadi ancaman.

Mayjen TNI Tri Soewandono menjelaskan bahwa sejumlah kemajuan teknologi yang berpotensi negatif jika tidak tepat dalam penggunannya.

Halaman
12
Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved