BPK Temukan 17.400 Lahan Fiktif di Kabupaten Bandung Barat, Kasus Lahan Pasar Lembang Masih di MA

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan masih banyak lahan fiktif di Bandung Barat dan telah mengonfirmasi

BPK Temukan 17.400 Lahan Fiktif di Kabupaten Bandung Barat, Kasus Lahan Pasar Lembang Masih di MA
TRIBUN JABAR/ICHSAN
Bupati Bandung Barat, Abubakar, beserta jajaran direksi PT Bangunbina Persada, menekan tombol tanda dimulainya kembali pembangunan Pasar Panorama Lembang di Lembang, Kamis (29/9/2016). Sebelumnya atau pada 14 Mei 2016, pasar tersebut ludes terbakar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan masih banyak lahan fiktif di Bandung Barat dan telah mengonfirmasi ke Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Bandung Barat.

DPKAD KBB mencatat ada sebanyak 17.400 meter persegi lahan fiktif dan berada di Desa Cilame karena adanya pelimpahan aset dari Kabupaten Bandung ke KBB sejak 2010.

Kepala Bidang Aset pada DPKAD Kabupaten Bandung Barat, Asep Sudiro mengatakan penyelesaian permasalahan ini pihaknya terus lakukan koordinasi dengan Kabupaten Bandung agar merevisi penyerahan aset tersebut supaya cepar selesai.

"Ini akan berdampak pada opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Jadi, kami akan kejar terus untuk selesai," katanya di Ngamprah, Selasa (12/2/2019).

Ombudsman RI Minta KPPU Turun Tangan terkait Kenaikan Harga Tiket Pesawat dan Bagasi Berbayar

Ketika disinggung masalah status aset Gunungsari, Pasar Panorama, dan Pacuan Kuda, dia menegaskan tak menjadi soal di dalam pemeriksaan BPK ini.

"Lahan pacuan kuda sedang proses di Pengadilan Tinggi dan Pasar Lembang itu sedang ditangani Mahkamah Agung (MA)," katanya. 


Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved