Sepak Terjang Slamet Ma'arif, Jadi Ketua PA 212 Sejak 2017, Berperan dalam Sejumlah Aksi Bela Umat

Nama Slamet Maarif kembali jadi perbincangan, setelah Ketua PA 212 atau Persaudaraan Alumni 212 itu ditetapkan sebagai tersangka.

Sepak Terjang Slamet Ma'arif, Jadi Ketua PA 212 Sejak 2017, Berperan dalam Sejumlah Aksi Bela Umat
Kolase (Tribunnews.com dan Kompas.com).
Ketua PA 212, Slamet Ma'arif. 

TRIBUNJABAR.ID - Nama Slamet Maarif kembali jadi perbincangan, setelah Ketua PA 212 atau Persaudaraan Alumni 212 itu ditetapkan sebagai tersangka.

Ketua PA 212 atau Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif ditetapkan tersangka oleh penyidik Kepolisian Resor Surakarta, Jawa Tengah, pada Minggu (10/2/2019).

Sepak terjang Slamet Maarif sebelum menjabat sebagai Ketua PA 212 atau Persaudaraan Alumni 212 tak bisa dianggap remeh.

Ketua PA 212 atau Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif adalah juru bicara Front Pembela Islam atau FPI.

Slamet Maarif memiliki banyak peran di sejumlah aksi massa yang dilakukan dalam membela Islam.

Dalam beberapa aksi massa, Slamet Maarif cukup vokal dalam menyuarakan aspirasi kelompoknya.

Misalnya, dilansir dari Tribunnews.com, saat Presidium Alumni 212 atau PA 212 dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) lainnya yang melakukan aksi damai di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).

Ketua Umum PA 212 Resmi Jadi Tersangka Dugaan Pelanggaran Kampanye

Prabowo Subianto Tak Hadir di Tabligh Akbar PA 212, Ini Kata Ketua DPC Partai Gerindra Solo

Di Acara Tabligh Akbar PA 212, Amien Rais Sebut Sudah Ada Tanda dari Langit tentang Ganti Presiden

Aksi itu dilakukan untuk menyatakan sikap kekecewaan dengan hasil rapat paripurna DPR RI yang mengesahkan Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas menjadi undang-undang.

Mereka menyatakan tekadnya untuk tidak memilih partai politik yang mendukung pengesahan Perppu tersebut menjadi undang-undang yaitu PDIP, Partai Golkar, PPP, PKB, Partai Hanura, Partai Nasional Demokrat, dan Partai Demokrat.

"Walaupun Perppu Ormas sudah disahkan sebagai UU tapi perjuangan umat Islam terutama Presidium Alumni 212 belum selesai. Hari ini keputusan politik telah dibuat dan kami juga akan memberi pelajaran politik kepada partai politik pendukung Perppu Ormas dengan tidak memilih mereka di Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019," ujar Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif dikutip Tribun Jabar dari Tribunnews.com.

Halaman
123
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved