Ini 7 Fakta Banjir Bandang di Cilengkrang, dari Tanggul Jebol Sampai Menewaskan 3 Orang

Berikut 7 fakta banjir bandang yang terjadi di Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Ini 7 Fakta Banjir Bandang di Cilengkrang, dari Tanggul Jebol Sampai Menewaskan 3 Orang
ferdyan adhy nugraha/tribun jabar
Hujan yang mengguyur Kabupaten Bandung pada Sabtu malam (9/2/2019), menyebabkan Banjir bandang di Perumahan Jatiendah Regency, Dusun Pasirjati, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. 

Tidak hanya kerugian material, beberapa warga juga kehilangan nyawa akibat banjir bandang tersebut.

Warga yang terdampak banjir bandang dari dua kepala keluarga (KK), yakni sebanyak enam orang jiwa, tiga orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan dua orang luka ringan.

Korban meninggal dunia, Firdasari (35), Hani Nurwijayani (25), dan Rauvan (1). Sedangkan korban luka, Kiki (12), Nisa (14), dan Ajay (45).

Basarnas Bandung tengah mengevakuasi seorang warga, di Komplek Jati Endah Regency, Kelurahan Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Minggu (9/2/2019).
Basarnas Bandung tengah mengevakuasi seorang warga, di Komplek Jati Endah Regency, Kelurahan Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Minggu (9/2/2019). (ery chandra/tribun jabar)

4. Penyebab

Kabid Mitigasi Gerakan tanah PVMBG, Agus Budianto, mengatakan, curah hujan dalam hari terbilang cukup tinggi dan di kawasan hulu sungai, wilayah tangkapan airnya mengalami kerusakan.

"Tidak mampu menahan, sehingga kirmir yang berada di sisi sungai hancur dan air terhempaskan hingga ke permukiman warga," kata Budi di lokasi kejadian banjir bandang, Minggu (10/2/2019).

Lebar sungai yang berada di sekitar perumahan tersebut pun, kata Budi, cenderung lebih kecil karena terjadinya penyempitan akibat pembuatan kirmir tidak sesuai oleh pihak pengembang.

Budi menambahkan, bentuk kirmir atau tanggul di pinggir sungai tersebut menyerupai tembok tegak, justru seharusnya, kirmir sungai harus berbentuk segitiga.

"Kalau bentuk kaya gini, ketika hancur materialnya menutup aliran sungai, sehingga terjadinya banjir bandang seperti kemarin. Sedangkan kalau segitiga bila hancur akan ke arah luar sungai, sehingga laju air masih berjalan," katanya.

5. Akibat pola tanam di Kawasan Bandung Utara

Halaman
1234
Penulis: Theofilus Richard
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved