Pembunuh Wartawan di Bali Batal Dapat Remisi, Ini Penjelasan Wapres JK

JK yang ditemui di kediaman dinasnya mengatakan, Jokowi banyak menerima masukan untuk membatalkan remisi itu.

Pembunuh Wartawan di Bali Batal Dapat Remisi, Ini Penjelasan Wapres JK
dok.antara/Nyoman Budhiana
I Nyoman Susrama, pembunuh jurnalis Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, pada Februari 2009. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengamini pernyataan Presiden Jokowi terkait pembatalan pemberian remisi pada bagi I Nyoman Susrama, narapidana kasus pembunuhan wartawan Radar Bali, Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa.

JK yang ditemui di kediaman dinasnya mengatakan, Jokowi banyak menerima masukan untuk membatalkan remisi itu.

Pertimbangan pertama menurut JK, adalah, tindakan pelaku termasuk dalam pidana kriminal.

Kedua, adalah menodai kebebasan pers dalam menyuarakan pendapat.

"Tentu presiden mendengarkan aspirasi masyarakat bahwa kalau pembunuh wartawan ada dua hal, pertama kriminal, kedua ingin merusak kebebasan pers," kata JK dikediaman dinasnya, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).

"Jadi dua pelanggaran yang dilakukannya (pelaku pembunuh)," sambung JK.

Menurut JK, sudah menjadi hak kepala negara untuk memberi maupun mencabut remisi kepada terpidana dengan berbagai pertimbangan.

"Yaitu hak progratif presiden kan, remisi diberikan oleh menteri bisa dicabut atas" ujar dia.

Diketahui, Presiden Joko Widodo mengumukan pembatalan remisi tersebut disela-sela kegiatannya di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (9/2/2019), kemarin.

"Pembatalan ini setelah mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat, termasuk dari rekan-rekan jurnalis. Saya perintahkan kepada Dirjen Lapas Kemenkumham menelaah dan mengkaji pemberian remisi itu. Kemudian Jumat kemarin telah kembali di meja saya. Sudah sangat jelas sekali sehingga sudah diputuskan sudah saya tanda tangani untuk dibatalkan," ujar Jokowi dihadapan para tamu undangan.

Susrama merupakan otak pelaku pembunuhan terhadap Bagus Narendra Prabangsa, seorang wartawan harian Radar Bali, yang dibunuh pada 11 Februari 2009 silam.

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved