Komunitas Bandung

Peace and Love, Komunitas Terdiri dari 'Emak-emak' yang Peduli Permasalahan Sosial

Komunitas yang berdiri sejak 17 Desember 2016 ini, merupakan komunitas terdiri dari ibu-ibu yang peduli permasalahan sosial.

Peace and Love, Komunitas Terdiri dari 'Emak-emak' yang Peduli Permasalahan Sosial
Tribun Jabar/Theofilus Richard
HUT Ketiga Komunitas Peace and Love, Bandung Zoo, Sabtu (9/2/2019) 

Satu di antara contoh aksi sosialnya adalah saat hari ukang tahun ketiga Komunitas Peace and Love, digelar aksi sosial kepada beberapa panti asuhan.

Acaranya digelar di Bandung Zoo.

Dalam acara itu, selain mendapat bantuan dari Peace and Love, anak panti asuhan pun diajak tur keliling Bandung Zoo untuk melihat keunikan aneka satwa.

Selain panti asuhan, Komunitas Peace and Love juga mengadakan aksi sosial ke tempat bencana alam.

"Kadang juga kami berkolaborasi dengan komunitas lain utnuk sharing bantuan. Banten dan Sukabumi kami juga bantu," ujarnya.

Rine mengatakan bahwa komunitasnya terbuka untuk semua perempuan dari berbagai usia.

Saat ini, rata-rata anggota Komunitas Peace and Love berusia 25 sampai 50 tahun.

Ia mengatakan bahwa tidak ada persyaratan apapun untuk masuk ke dalam komunitasnya.

"Yang penting punya jiwa sosial dan peduli sesama," ujarnya.

Setelah HUT ketiga Peace and Love, agenda terdekat komunitas tersebut adalah aksi sosial kepada 500 anak yatim piatu pada bulan ramadan tahun ini.

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Yongky Yulius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved