Cerita Korban Banjir Bandang, Suara Menggelegar saat Lumpur Terjang Rumahnya, Anaknya Pun Tewas

Sedikitnya merusak 12 rumah di Perumahan Jatiendah, Dusun Pasirjati, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Cerita Korban Banjir Bandang, Suara Menggelegar saat Lumpur Terjang Rumahnya, Anaknya Pun Tewas
tribunjabar/gani kurniawan
Dahsyatnya banjir bandang pada Sabtu (9/2/2019) malam yang sediktinya merusak 12 rumah di Perumahan Jatiendah, Dusun Pasirjati, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkarang, Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terjangan banjir bandang pada Sabtu (9/2/2019) malam, sedikitnya merusak 12 rumah di Perumahan Jatiendah, Dusun Pasirjati, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Akibat banjir bandang tersebut, kesedihan pun dirasakan oleh keluarga Ajay Jajuli (57), salah satu kepala keluarga (KK) yang kediaman serta harta hendanya rusak dan hilang akibat diterjang banjir bandang.

Dalam sekejap, anak sulung Ajay yang bernama Hani Nurwijayani (25), hanyut akibat terseret aliran air bah tersebut dan ditemukan 50 meter dari lokasi kejadian dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Ajay bercerita, sebelum kejadian banjir bandang datang sekitar pukul 22.00, hujan intensitas tinggi mengguyur Kecamatan Cilengkrang dan menyebabkan genangan di jalan depan rumah.

"Hujan deras terus banjir kecil depan seperti biasa," kata Ajay seusai pemakaman anak sulungya di Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Minggu (10/2/2019).

Para Pemain Film Dilan 1991 Disambut Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan

Namun pada pukul 22.00 WIB, suara gemuruh dari arah depan perumahan, terdengar jelas oleh Ajay bersama keluarga, karena penasaran kemudian Ajay mencoba membuka pintu dan berupaya mencari suara tersebut.

Sialnya, saat membuka pintu depan rumah, air setinggi lebih dari satu meter masuk ke dalam rumah dan langsung memporakporandakan hampir bagian ruang rumahnya tersebut.

"Tiga orang di rumah semuanya terpental, saya tahan napas karena air sudah menenggelamkan, setelah bangun saya merayap dan mencari tempat aman," kata Ajay.

Setelah berada di tempat aman yakni bagian ruang tengah rumah, ia baru tersadar kalau kedua anaknya tersebut sudah tidak ada di dalam rumah dan ia hanya pasrah menunggu air surut.

Tak lama berselang, setelah kejadian, sebagian rumahnya pun roboh ke arah bawah dan hanya menyisakkan bagian ruang tengah serta tembok depan.

Akibat kejadian tersebut, kata Ajay, ia mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh, serta seluruh harta benda miliknya hilang dan rusak.

"Sekarang saya harus mengungsi, karena rumah tidak bisa ditempati lagi," kata Ajay.

Banjir bandang di perumahan tersebut, diakibatkan jebolnya tanggul pembatas Sungai Pasirjati yang memiliki lebar dua meter dan melintang di di bagian depan perumahan.

Dari pantauan Tribun Jabar di lokasi kejadian, Minggu (10/2/2019), tanggul setinggi lima meter dan memiliki ketebalan satu meter itu, hancur akibat terhantam derasnya air sungai tadi malam.

Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, banjir bandang menyapu 12 rumah di Perumahan Jati Endah Regency, dua rumah rusak berat dan 10 mengalami rusak sedang.

Sedangkan, untuk warga yang terdampak banjir bandang dari dua kepala keluarga (KK), yakni sebanyak enam orang jiwa, tiga orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan dua orang luka ringan.

Korban meninggal dunia, Firdasari (35), Hani Nurwijayani (25), dan Rauvan (1). Sedangkan korban luka, Kiki (12), Nisa (14), dan Ajay (45).

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved