Bupati Bandung Sebut Banjir Bandang Cilengkrang karena Pola Tanam Tidak Benar di KBU

Bupati Bandung, Dadang M Naser, menyebutkan, masih ada praktik pola tanam tidak benar di Kawasan Bandung Utara (KBU

Bupati Bandung Sebut Banjir Bandang Cilengkrang karena Pola Tanam Tidak Benar di KBU
tribunjabar/gani kurniawan
Dahsyatnya banjir bandang pada Sabtu (9/2/2019) malam yang sediktinya merusak 12 rumah di Perumahan Jatiendah, Dusun Pasirjati, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkarang, Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bupati Bandung, Dadang M Naser, menyebutkan, masih ada praktik pola tanam tidak benar di Kawasan Bandung Utara (KBU), sehingga menyebabkan banjir bandang di Perumahan Jatiendah Regency, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Dadang menuturkan, pascakejadian banjir bandang tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung segera mengevaluasi kejadian tersebut, salah satu penyebabnya yakni masyarakat di wilayah hulu tidak melakukan etika.

"Sedang musim tanam, tapi tidak membuat sengkedan, sehingga di atas tidak ada daya tampung jadi meluncur," kata Dadang saat ditemui di lokasi kejadian banjir bandang, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Minggu (10/2/2019).

Ia mengatakan, berdasarkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung, wilayah hulu atau KBU, 80 persennya adalah zona hijau, sedangkan 20 persen untuk bangunan.

Sedangkan untuk RTRW wilayah Kecamatan Cilengkrang atau sekitar lokasi banjir bandang, 60 persen bangunan, sedangkan 40 persen ruang terbuka hijau.

"Pembangunan sudah dibatasi, penghijauan dan alih tanam sudah dilakukan?," katanya.

Ia menambahkan, Kabupaten Bandung dinyatakan sebagai daerah rawan bencana nomor 12 di Jawa Barat, beberapa bencana yang kerap terjadi yakni bencana longsor, puting beliung, dan banjir.

Warga Padati Lokasi Banjir Bandang di Cilengkrang, Tonton dan Abadikan Proses Evakuasi

Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terkait dengan cuaca ekstrem yang akan terus berlanjut dan kesadaran masyarakat di wilayah hulu.

"Contoh, kejadian ini sulit diprediksi. disangka benteng setinggi ini akan aman, ternyata jebol sama air.

Halaman
12
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved