Komunitas Bandung

Bangun Hubungan Lintas Iman, Ini Tantangan yang Dihadapi Komunitas Salim

Komunitas Sahabat Lintas Iman atau Komunitas Salim secara khusus bergerak di bidang agama dan budaya.

Bangun Hubungan Lintas Iman, Ini Tantangan yang Dihadapi Komunitas Salim
Istimewa
Kegiatan safari religi Komunitas Sahabat Lintas Iman (Salim). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komunitas Sahabat Lintas Iman atau Komunitas Salim secara khusus bergerak di bidang agama dan budaya.

Misi mereka adalah penguatan kesadaran masyarakat, melalui pengenalan yang mendalam tentang perdamaian antar agama.

Meski baru terbentuk selama dua tahun, Komunitas Salim tak jarang menemukan berbagai tantangan, baik dari internal komunitas maupun dari pihak eskternal.

Pengurus Program & Jaringan Salim, Asifa Khoirunnisa mengatakan, satu di antara tantangan terbesar mereka adalah kelompok fundamentalis agama.

Kelompok tersebut menganggap, dialog antar lintas agama yang mereka lakukan sebagai hal yang berbahaya.

"Meski kelompok fundamentalis agama ini berjumlah sedikit, namun mereka memiliki suara yang lebih vokal, bahkan mampu mempengaruhi serta memecah belah kerukunan antar umat beragama," ujar Asifa kepada Tribun Jabar, ditemui di Taman Balaikota Bandung, Selasa (5/2/2019) siang.

Kisah Solidaritas Antarumat Beragama di Komunitas Sahabat Lintas Iman Salim

Untuk tantangan lainnya, muncul ketika masyarakat Jawa Barat menganggap daerah tempat tinggalnya 'baik-baik saja', sehingga tidak memerlukan adanya dialog lintas iman.

"Justru menurut kami, sangat berseberangan dengan catatan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang menyebutkan bahwa Jawa Barat sebagai daerah dengan angka intoleransi terbesar di Indonesia," kata Asifa.

Dari pemikaran tersebut, tentunya membuat program-program Komunitas Salim tidak dapat terealisasi dengan baik, Safari Rumah Ibadah hingga Kampanye Toleransi.

Asifah menambahkan, apabila rasa solidaritas dari beberapa lembaga keagamaan hanya sedikit, tentu juga menjadi tantangan tersendiri bagi Komunitas Salim.

Hal tersebut dikarenakan, tidak semua lembaga keagamaan mau menjalin kerjasama, bahkan ada beberapa yang menolak bekerjasama.

Tentunya kondisi ini tidak sejalan dengan visi misi Komunitas Salim yang mengedepankan dialog sebagai jembatan penghubung antar kelompok umat beragama maupun tidak beragama.

"Karena itulah, seberapa besar pun usaha kami membangun jembatan dialog, jika satu di antara lembaga keagamaan menolak kerja sama, tentunya dialog tidak akan terjadi secara institusional," jelas Asifa.

Penulis: Fasko dehotman
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved