SMK di Garut Usulkan Ujian Nasional Berbasis Telepon, Ini Alasannya

Ketua MKKS SMK Kabupaten Garut, Dadang Johar Arifin, mengatakan penggunaan telepon untuk pelaksanaan ujian tidak akan memberatkan sekolah

SMK di Garut Usulkan Ujian Nasional Berbasis Telepon, Ini Alasannya
Tribun Jabar/ Gani Kurniawan
Ilustrasi: Petugas mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 hari pertama melalui layar CCTV di SMA Negeri 5, Jalan Belitung, Kota Bandung, Senin (9/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) diusulkan untuk menggunakan telepon pintar.

Pelaksanaan UN berbasis komputer, dinilai masih menyulitkan sejumlah sekolah.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Garut, Dadang Johar Arifin, mengatakan penggunaan telepon untuk pelaksanaan ujian tidak akan memberatkan sekolah. Apalagi banyak siswa yang sudah memakai telepon pintar.

Menurutnya, UN dengan menggunakan perangkat telopon pintar, tidak jauh beda dengan pola UNBK.

"Ada kemungkinan bisa dengan Android. Kalau servernya ditambah, kekuatan pendukung Internet juga ditambah," kata Dadang, yang juga menjabat sebagai Kepala SMKN 1 Garut, Jumat (8/2/2019).

Dadang menyebut membahas usulam tersebut dengan para kepala sekolah.

Untuk merealisasikan wacana tersebut, MKKS tengah melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

Setelah memiliki konsep yang matang, maka mekanisme pengerjaan ujian nasional menggunakan telepon pintar bukan hal mustahil.

"Kami sosialisasi dulu. Nanti akan coba tawarkan ke provinsi. Saya kira kalau itu bisa dilakukan, bisa lebih menghemat (biaya). Anak tidak akan tertekan ketika mengerjakan," katanya.

Untuk fasilitas telepon, pihak sekolah bisa menyediakan sebagaimana penyediaan komputer untuk UNBK. Tentunya biaya pengadaan tak akan sebesar komputer.

"Kalau komputer harus pakai jaringan internet lagi. Terus kalau listrik mati, akan terhambat pengerjaannya," ujarnya.

Dadang menuturkan, semua SMK di Kabupaten Garut sudah melaksanakan UNBK. Ia optimis, ke depan UN bisa menggunakan telepon.

"Setidaknya bisa dilakukan melalui simulasi dulu, kalau memungkinkan itu bisa dilanjutkan," katanya. (firman wijaksana)

Disdik Kota Cimahi Akan Melakukan Kajian Terkait Sistem Zonasi Dalam PPDB 2019

Ahok Gabung dengan PDI-P Tanpa Jabatan Apapun, Pertimbangannya Sudah Matang

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved