Saat di Cianjur, Jokowi Berpesan dan Mewanti-wanti Soal Ini kepada Warga yang Hadir

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan di beberapa titik di Kabupaten Cianjur.

Saat di Cianjur, Jokowi Berpesan dan Mewanti-wanti Soal Ini kepada Warga yang Hadir
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Jokowi di kawasan wana wisata Pokland, di Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jumat (8/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan di beberapa titik di Kabupaten Cianjur.

Titik pertama yang dikunjungi adalah kawasan wana wisata Pokland, di Kecamatan Haurwangi.

Di tempat ini Jokowi membagikan sertifikat PTSL untuk para petani penggarap sebanyak 13.900 hektare.

Di akhir sambutannya, Jokowi berpesan kepada warga agar tak terpecah belah di tahun politik.

Ia mengatakan sudah menerima laporan di tahun politik ini banyak masalah antar keluarga dan tetangga karena politik

"Negara ini negara besar, diberi anugerah diberi perbedaan juga, saat ini penduduk Indonesia ada 260 juta, aset terbesar bangsa adalah persatuan dan kerukunan, rawatlah kebersamaan, ukhuwah Islamiyyah, jangan sampai karena urusan politik kita tak seperti saudara lagi," kata Jokowi, Jumat (8/2/2019).

Presiden Jokowi ke Cianjur Didampingi Ridwan Kamil, Berikut Agenda Selengkapnya

Ia mengatakan, jangan sampai permasalahan politik yang memecah itu terjadi.

Menurutnya silakan yang namanya pilkada pemilu itu memang itu pesta demokrasi dan akan terjadi setiap lima tahun.

"Karena pilihan presiden berbeda jadi terurai silaturahmi, seharusnya tak terjadi seperti itu karena pesta demokrasi harusnya dianggap biasa, jangan mendengarkan fitnah, hati hati hoaks, saat ini semburan dusta dimana mana, gunakan rasionalitas kita," ujarnya.

Ia berharap warga bisa memfilter semua info yang masuk terutama yang bersifat hoaks.

"Jangan emosi dulu cah lontong juga begitu saya difitnah saya diem, saya difitnah PKI , dituduh kriminalisasi ulama, padahal setiap hari saya bersama ulama, ulama ini ribuan, kalau ada yang berkasus yang diproses," katanya.

Ia mengatakan, berkata seperti itu bukan berarti dia marah.

"Saya hanya ingin ngomong, fitnahnya kemana-mana, Jokowi itu antek asing, antek asing ko bisa ambil alih blok Mahakam dari asing yang antek asing siapa? blok Prokan, Preefort, pengendali ada di kita sekarang," katanya.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved