Ratusan Pedagang Berebut Ingin Dapat Kios di Pasar Sumber Cirebon

Sejumlah pedagang berebut ingin mendapatkan kios di Pasar Sumber, Kelurahan Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (8/2/2019).

Ratusan Pedagang Berebut Ingin Dapat Kios di Pasar Sumber Cirebon
TRIBUN JABAR/SITI MASITHOH
Sejumlah pedagang berebut ingin mendapatkan kios di Pasar Sumber, Kelurahan Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (8/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sejumlah pedagang berebut ingin mendapatkan kios di Pasar Sumber, Kelurahan Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (8/2/2019).

Wakil ketua Persatuan Pedagang Pasar Sumber, Nata, menjelaskan, setidaknya ada sekitar 800 pedagang yang ingin masuk untuk menempati kios di dalam. Pasalnya, selama ini mereka berjualan di pasar darurat.

"Hari ini kami memfasilitasi pedagang yang tidak punya tempat untuk bisa ditempatkan di area yang telah disiapkan yaitu di jalan dengan waktu yang telah ditentukan," katanya saat ditemui di Pasar Sumber, Jumat (8/2/2019).

Pedagang tersebut harus melakukan pendaftaran dan mengisi fakta integritas yang di dalamnya tertuang mengenai aturan, waktu, dan tata tertib kebersihan.

Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi baik Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk bisa memfasilitasi penempatan kios.

Juju (41), pedagang asal Desa Wanasaba, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, mengaku dirinya belum pernah mendapatkan kios di pasar.

"Saya mah ikut saja yang lain. Kita kan nanti jualannya lemprakan di jalan," kata dia kepada Tribun Jabar.

Pedagang lainnya, Sutini (55), mengaku, menginginkan berjulan hingga siang hari. Pasalnya, ketentuan yang berlaku hanya diperbolehkan hingga pukul 07.00 WIB.

"Ya maunya sih sampai siang jualan tuh biar lama. Ini kan dibatasi," kata dia.

Pedagang yang tidak mendapat tempat di dalam pasar, akan berjualan di luar gedung. Waktunya mulai pukul 22.00 WIB hingga 07.00 WIB.

"Khusus di bangunan utama tidak diperbolehkan pedagang menempati area parkir, itu wajib," kata Nata menambahkan.

Warga Keluhkan Ceceran Tanah di Jalan Bandung-Sumedang yang Selalu Jatuh dari Truk Pengangkut Tanah

Pascakecelakaan Bus Kramat Djati Terbalik, Warga Minta Dipasang Pembatas Jalan di Bypass Cicalengka

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved