Jumlah Kasus DBD Meningkat, PKK Jabar Akan Gerakkan Kadernya

Atalia Praratya Kamil, mendorong kadernya berkontribusi dalam menekan peningkatan jumlah kasus demam berdarah.

Jumlah Kasus DBD Meningkat, PKK Jabar Akan Gerakkan Kadernya
Tribun Jabar/Theofilus Richard
Ketua Penggerak PKK Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, di Gedung Sate, Jumat (8/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Penggerak PKK Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, mendorong kadernya berkontribusi dalam menekan peningkatan jumlah kasus demam berdarah.

Ia mengatakan, jumlah kader sekitar 800 digerakkan untuk menyebarkan informasi mengenai penanganan demam berdarah.

Pertama, ia akan menggerakkan ibu-ibu kader PKK sebagai kader ibu jumantik.

"Ini biasanya dilakukan, satu RW ada satu sampai dua kader jumantik. Ini sangat berkaitan erat dengan puskesmas, jadi bersama-sama," kata Atalia Praratya Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (8/2/2019).

Kemudian, kata Atalia Praratya Kamil, di sekolah juga banyak kader jumantik cilik yang memantau keberadaan jentik di lingkungan sekolah masing-masing.

Januari 2019, Kasus DBD di Kabupaten Cirebon Meningkat, Hingga 64 Orang Terjangkit

Ia juga mendorong kader PKK menyosialisasikan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).

Dalam gerakan itu, setiap keluarga harus memantau sendiri keberadaan jentik nyamuk di rumah masing-masing.

"Jadi bagaimana kemudian mereka yang paling dekat dengan lingkungan sekitar mereka tinggal ini menjadi punya tanggung jawab tersendiri, saya kira ini paling efektif," ujar Atalia Praratya Kamil.

Selain itu, PKK Jabar juga bekerja sama dengan Puskesma dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

"Itu biasanya ada kartu, jadi setiap rumah tangga diberikan kartu tersebut untuk memantau secara berskala," ujar Atalia Praratya Kamil.

Penderita DBD di Jabar Meningkat, Januari Sudah 18 Orang Meninggal

Nanti, petugas puskesmas dan kader PKK akan memantau setiap rumah secara berkala.

Hasil pengecekan akan ditulis dalam kartu tersebut.

Selain itu, kader PKK juga akan menyosialisasikan pentingnya abate untuk menanggulangi penyebaran demam berdarah.

"Tapi harus paham, ini (bubuk abate) kan sebenarnya gratis, jadi harus kerjasama dengan tenaga kesehatan," ujar Atalia Praratya Kamil.

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved