Standard Chartered Bank Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tahun Politik 2019 akan Stabil

Standard Chartered Bank optimis momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 akan tetap terjaga.

Standard Chartered Bank Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tahun Politik 2019 akan Stabil
TRIBUN JABAR/M SYARIF ABDUSSALAM
Chief Economist Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra (kanan), Managing Director & Head Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia Bambang Simarno, dan Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Rino Donosepoetro menggelar konferensi pers tentang seminar keuangan tahunan Wealth on Wealth (WoW) di Hotel Hilton, Bandung, Kamis (7/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Standard Chartered Bank, bank tertua yang telah beroperasi lebih dari 155 tahun di Indonesia, optimis momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 akan tetap terjaga.

Stabilitas pertumbuhan ini didukung keberhasilan reformasi fundamental ekonomi Indonesia.

Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia, Rino Donosepoetro, mengatakan 2019 merupakan tahun yang menarik.

Di tahun ini, keputusan finansial dan berinvestasi akan dipengaruhi nuansa politik mengingat adanya Pemilu yang segera berlangsung.

"Kami optimis pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap terjaga, didorong oleh fundamental ekonomi yang kuat serta peningkatan daya beli rumah tangga dan pemulihan sektor investasi swasta," kata Rino sebelum dimulainya seminar keuangan tahunan Wealth on Wealth (WoW) yang diselenggarakan Standard Chartered Bank di Hotel Hilton, Bandung, Kamis (7/2/2019).

Dengan melihat peluang dan landasan yang kuat tersebut, kata Rino, pihaknya terus mencari solusi untuk dapat memenuhi kebutuhan berinvestasi bagi nasabah melalui produk-produk inovatif bank. Tema besar mengenai pertumbuhan ekonomi ini, katanya, dibahas mendalam dalam seminar tersebut.

"Dalam event Wealth on Wealth, Standard Chartered Bank secara global selalu sharing pandangan ekonomi global, regional, dan di Indonesia sendiri. Kalau kita prediksikan, ekonomi global pertumbuhannya melambat dari 3,8 persen tahun lalu dan 3,6 persen tahun ini," katanya.

Pelambatan pertumbuhan ekonomi global, katanya, dipicu perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat, keluarnya Inggris dari Uni Eropa, dan kondisi terkini Timur Tengah.

Namun di Indonesia sendiri, hal berbeda terjadi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,17 persen tahun lalu dan bisa berlanjut di 2019 dengan angka tidak jauh dari sebelumnya.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved