Kawasan Pecinan Jamblang Akan Dijadikan Wisata Gedung Tua

Kanan dan kiri bangunan di pecinan jamblang didominasi bangunan peninggalan warga Tionghoa yang sudah lama ditinggal pemiliknya.

Kawasan Pecinan Jamblang Akan Dijadikan Wisata Gedung Tua
siti masithoh/tribun jabar
Kawasan Pecinan Jamblang di Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon akan dijadikan wisata gedung tua oleh Pemkab Cirebon. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kawasan Pecinan Jamblang di Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon akan dijadikan wisata gedung tua oleh Pemkab Cirebon.

Kanan dan kiri bangunan di Pecinan Jamblang didominasi bangunan peninggalan warga Tionghoa yang sudah lama ditinggal pemiliknya.

Kebanyakan dari bangunan ini terbuat dari tembok yang tinggi menjulang. Kusam dan tidak terawat, serta banyak aneka coretan di dinding.

Namun, ada juga satu dua bangunan yang masih ada pemiliknya. Itupun pintunya selalu tertutup.

Rencananya, kawasan tersebut akan dijadikan wisata gedung tua pada triwulan ketiga tahun ini.

"Kawasan pecinan di Jamblang itu memiliki bangunan tua yang masih berdiri kokoh. Rencananya akan dibuat wisata gedung tua seperti di Jakarta kan ada wisata kota tua," ujar Kepala Disbudparpora Kabupaten Cirebon, Hartono, saat ditemui di Sumber, Cirebon, Rabu (6/2/2019).

Saat ini, Pemkab Cirebon sedang melakukan pendataan bangunan di sana. Pasalnya, banyak dari pemilik rumah tersebut yang berada di luar kota.

Nantinya, bangunan tersebut akan ditata dan dirapikan. Bahkan dimungkinkan untuk diberi warna agar menarik pengunjung.

"Perlu diketahui, di sana ada cagar budaya yaitu Vihara Dharma Rakhita atau Vihara Jamblang dan rumah tinggal jamblang yang berada tepat di pinggir jalan," kata Hartono.

Sementara itu, Budayawan Cirebon, Mustakim Asteja, mengungkapkan, kawasan Pecinan Jamblang sebetulnya bisa dimasukkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB), sebab selain usia bangunan di kawasan ini rata-rata sudah lebih dari 50 tahun, kawasan inipun mendukung untuk disebut sebagai kawasan cagar budaya.

“Di situ dulu warga Tionghoa menjalankan aktivitas bisnis dengan baik, di sini sempat ada stasiun sendiri yaitu Stasiun Jamblang yang kini sudah tidak ada lagi, lalu di dekatnya ada sungai besar yang tata pengairannya sudah bagus yang antara lain digunakan untuk keperluan pabrik gula saat itu, kemudian ada juga pegadaian besar, dulu kawasan ini bahkan sempat disebut sebagai Metropolitannya Cirebon,” ujar Mustakim.

Menurutnya, seharusnya pemerintah setempat bisa bergerak untuk segera mendaftarkan kawasan ini mausk kawasan cagar budaya.

“Bisa dilakukan dengan cara pengukuhan melalui surat bupati, kemudian ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Bagi saya, kawasan Pecinan ini sarat sejarah dan sayang kalau teronggok begitu saja tanpa direvitalisasi, kalau dibiarkan begitu saja ya jadi kawasan mati,” katanya.

Jika berhasil ditata dengan baik, menurutnya, kawasan ini bisa jadi kawasan wisata yang mampu menarik pengunjung.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved