Dijanjikan Kerja SPG, 7 Gadis Asal Indramayu Dipaksa Jadi Terapis Pijat Plus-plus dan PSK

Mereka dijanjikan bekerja sebagai sales promotion girl atau SPG di Jakarta tapi kenyataannnya dipaksa jadi PSK dan terapis pijat plus-plus.

Dijanjikan Kerja SPG, 7 Gadis Asal Indramayu Dipaksa Jadi Terapis Pijat Plus-plus dan PSK
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki (kedua kanan) beserta jajaran menunjukkan sejumlah barang bukti dalam konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jl Gatot Subroto, Kabupaten Indramayu, Rabu (6/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Tujuh gadis asal Indramayu menjadi korban perdagangan manusia atau human traficking.

Mereka dijanjikan bekerja sebagai sales promotion girl atau SPG di Jakarta tapi kenyataannnya dipaksa jadi PSK dan terapis pijat plus-plus.

Ketujuh gadis itu berinisial RA (24), DR (19), TA (15), AMS (14), VK (15), AM (15), dan RM (16).

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki, mengatakan, sedikitnya ada empat tersangka yang diamankan dalam kasus tersebut.

Para tersangka itu masing-masing berinisial FS (31), FG (33), AR (34), dan WN (16).

"Pengungkapan kasus human traficking ini berawal dari laporan masyarakat," ujar M Yoris MY Marzuki dalam konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jl Gatot Subroto, Kabupaten Indramayu, Rabu (6/2/2019).

Jalanan Cilodong Purwakarta Kembali Marak PSK, Satpol PP Makin Rajin Razia

Penyuap Bupati Cirebon Dituntut Pidana Penjara 1 Tahun 6 Bulan

M Yoris MY Marzuki mengatakan, pihaknya mendapat laporan mengenai penyekapan terhadap RA yang diduga akan dijadikan PSK.

Pada Kamis (29/11/2018) malam, petugas pun langsung mendatangi rumah FS di Indramayu.

Melihat kedatangan petugas, FS berkelit dan mengaku tak mengetahui perihal keberadaan korban.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved