Harapan Pengurus Kelenteng di Purwakarta di Tahun Babi Kayu, Bangsa Indonesia Lebih Hoki

Terlebih menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, tahun ini adalah tahun babi kayu yang dianggap membawa banyak keberuntungan.

Harapan Pengurus Kelenteng di Purwakarta di Tahun Babi Kayu, Bangsa Indonesia Lebih Hoki
tribunjabar/haryanto
Suasana Kelenteng Budhi Asih di Purwakarta saat tahun baru Imlek, Selasa (5/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA -  Banyak harapan yang dipanjatkan saat memasuki tahun baru Imlek 2570 yang jatuh pada Selasa (5/2/2019) ini.

Terlebih menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, tahun ini adalah tahun babi kayu yang dianggap membawa banyak keberuntungan.

Hal itu pun dijelaskan oleh pengurus Vihara Shen Tee Bio atau Klenteng Budhi Asih, Cie Lien Ong saat ditemui di Vihara yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta.

"Biasanya kalau memasuki tahun babi itu banyak rezeki atau hoki menurut orang Tionghoa, yang lahir tahun ini tuh dianggap hokinya besar," kata pria yang akrab disapa Sholeh itu.

Dia menjelaskan hoki yang dimaksud bisa menjadi perdamaian atau keributan yang semakin berkurang.

Sebab, menilik dari tahun lalu yaitu tahun anjing api, maka menurutnya pertikaian ataupun pertentangan telah waktunya beralih kepada keberuntungan.

Tidak hanya bagi masyarakat keturunan Tionghoa, keberuntungan pun diharapkan dapat dirasakan oleh bangsa Indonesia.

Libur Imlek, PT KAI Daop 3 Cirebon Catat Jumlah Penumpang Alami Peningkatan 30 Persen

"Semoga untuk bangsa Indonesia yang lebih baik lagi, mungkin juga berefek pada pilpres yang pastinya diharapkan damai," ucapnya.

Pada tahun yang penuh keberuntungan ini, ia pun berharap pemimpin yang terpilih nanti bisa membawa perdamaian yang lebih.


Selain itu, tokoh spiritual yang mengabdi di Klenteng Budhi Asih ini menjelaskan bahwa pihaknya tidak terlalu euforia pada pergantian tahun Cina ini.

Dia mengatakan tidak ada perayaan yang berlebihan di wilayahnya, karena Indonesia sedang mendapat banyak cobaan musibah.

"Tidak ada kembang api atau semacamnya, kami sembahyang saja untuk mendoakan bangsa Indonesia yang lebih baik dan hoki," ujarnya.

Penulis: Haryanto
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved