'Wajah' Kawasan Batik Trusmi Akan Ditata Sedemikian Rupa, Guna Tingkatkan Jumlah Wisatawan

Kawasan Wisata Batik Trusmi di Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon akan ditata sedemikian rupa untuk menarik pengunjung.

'Wajah' Kawasan Batik Trusmi Akan Ditata Sedemikian Rupa, Guna Tingkatkan Jumlah Wisatawan
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Ribuan masyarakat Cirebon ketika menyaksikan arak-arakan Memayu Trusmi jelang musim hujan di Jalan Raya Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu (14/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kawasan Wisata Batik Trusmi di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon akan ditata sedemikian rupa untuk menarik pengunjung.

Penataan akan ditata mulai dari wajah depan meliputi trotoar, median jalan, dan lampu.

Tahun 2019 ini, Pemkab Cirebon mendapatkan bantuan senilai Rp 2,5 miliar untuk penataan tersebut.

"Bantuan tersebut untuk mengubah dan membuat cantik jalan menuju batik trusmi. Jalan menuju Desa Trusmi Kulon dan Trusmi Wetan, mulai dari Pasar Pasalaran ini akan kami tata," ujar Kepala Disbudparpora Kabupaten Cirebon, Hartono, saat ditemui di kantor Disbudparpora Kabupaten Cirebon, Senin (4/2/2019).

Penataan tersebut, kata Hartono, akan dimulai pada triwulan kedua dan dilanjutkan pada tahun 2020.

Kawasan Batik Trusmi Cirebon Akan Disulap seperti Malioboro, Tak Ada Kendaraan Saat Weekend

"Saat ini, kawasan tersebut sedang dipersiapkan untuk ditata oleh Dinas PUPR. Kawasan depan setelah gapura batik itu akan kami tata," tambahnya.

Tahun 2020, Pemkab Cirebon baru akan menganggarkan untuk penataan kawasan trusmi hingga penyiapan lahan parkir kendaraan pengunjung.

"Parkiran untuk pengunjung dari arah barat akan diposisikan di Terminal Weru. Sementara parkiran untuk pengunjung dari arah Timur akan kami koordinasikan kepada anggota koperasi batik. Lahan sih sudah ada 7.500 meter persegi untuk parkiran di Timur, tinggal koordinasi saja," kata dia.

Dalam menata kawasan tersebut, Pemkab Cirebon kesulitan melakukan pelebaran jalan karena terbatasnya anggaran.

"Trotoar tidak mungkin dikembangkan. Tetap segitu tapi ditata menjadi bagus. Idealnya, untuk melakukan penataan tersebut, dibutuhkan dana sekitar Rp 52 miliar," kata dia.

Selain itu, untuk menarik wistawan, di Kawasan Trusmi juga akan dipercantik dengan menata wisata religi Makam Buyut Trusmi.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved