Ustaz Haikal Hassan Siap Berdebat Soal Sila Keempat dan Pilpres Langsung

Ustaz Haikal Hassan berbicara mengenai makna sila keempat menurut pendapatnya pada acara Talkshow ‘Kategori Pemimpin Bangsa

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Theofilus Richard
Talkshow ‘Kategori Pemimpin Bangsa yang Bisa Mempererat Persatuan Bangsa’, di Ballroom Hotel Ibis, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Senin (4/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNGUstaz Haikal Hassan berbicara mengenai makna sila keempat menurut pendapatnya pada acara Talkshow ‘Kategori Pemimpin Bangsa yang Bisa Mempererat Persatuan Bangsa’, di Ballroom Hotel Ibis, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Senin (4/2/2019).

Ia memaknai sila keempat tersebut sebagai pencerminan demokrasi terpimpin yang harusnya diterapkan di Indonesia.

Ia juga mengatakan bahwa konsep pemilihan presiden secara langsung bukan wujud Pancasila.

“’Kerakyatan yang dipimpin’, bukan satu orang satu suara,” ujarnya.

Kemudian ia juga menyebut bahwa kata ‘hikmah’ dalam sila keempat berarti hikmah dari Tuhan.

Artinya, menurut Ustaz Haikal, kerakyatan yang dipimpin oleh dasar agama dalam bentuk kebijaksanaan yang tidak berpihak pada agama tertentu atau kelompok tertentu.

“Kebijaksanaan, dalam satu wadah yang namanya permusyawaratan perwakilan. Jadi, pilpres langsung, menurut pendapat saya, itu pengingkaran sila keempat,” kata Ustaz Haikal Hassan yang diiringi tepuk tangan hadirin.

Menolak Rumah yang Ditumpangi Di-Fogging, Marwan Nekat Hajar Petugas Juru Pemantau Jentik

Dalam demokrasi terpimpin, kata Ustaz Haikal Hassan, harus ada MPR dan DPR yang mengendalikan presiden.

 “Saya siap berdebat langsung. Saya punya referensi cukup bahwa sila keempat adalah wadah Demokrasi Pancasila, agar demokrasi terpimpin. Selama ada Pancasila, harus ada DPR dan MPR yang mengendalikan presiden,” ujarnya.

Sehingga, menurutnya Presiden Indonesia beserta anggota DPR dan MPR harus diganti.

Pesawat yang Jatuh saat Membawa Pemain Cardiff City, Emiliano Sala Ditemukan Sudah Jadi Puing

Ia mengatakan jika anggota parlemen selalu diisi oleh orang yang sama, maka tidak ada keseimbangan dalam penyelenggaraan negara.

Dalam kesempatan itu, ia juga berharap Pancasila tidak diterjemahkan sesuai kemauan penguasa.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved