Ketagihan Minuman Keras Membuat JM yang Belum Lama Keluar Penjara, Nekat Menjambret di Sekolah

JM (28), pelaku pencurian dengan kekerasan di SMK PPN Tanjungsari Jumat (1/2/2019) lalu, rupanya baru saja menghirup udara bebas enam bulan lalu

Ketagihan Minuman Keras Membuat JM yang Belum Lama Keluar Penjara, Nekat Menjambret di Sekolah
Pixabay.com
Ilustrasi jambret. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - JM (28), pelaku penjambretan di SMK PPN Tanjungsari Jumat (1/2/2019) lalu, rupanya baru saja menghirup udara bebas enam bulan lalu.

Dia baru saja bebas dari penjara akibat kasus berbeda setelah dijatuhi hukuman kuringan lima tahun penjara.

Namun, karena gelap mata, dia kemudian kembali melakukan tindak kriminal yang terbilang nekat, melakukan penjambretan di dalam lingkungan sekolah.

Tindakannya itu didorong kecanduannya pada minuman keras, sementara pekerjaannya tidak menghasilkan cukup uang untuk membeli minuman keras.

Hal tersebut diceritakan JM ketika ditemui Tribun Jabar di ruang Reskrim Mapolsek Tanjungsari, Senin (4/2/2019).

"Saya perlu uang untuk membeli minuman (keras)," ujar JM.

JM sendiri bekerja di tempat usaha orangtuanya. Sehari, dirinya mendapat bayaran Rp 100 ribu, namun tak cukup untuk menutupi biaya 'jajan' mirasnya.

"Ya tidak cukup, saya saja makan masih minta ke orangtua," ujarnya.

Pelaku penjambretan
Pelaku penjambretan (Tribunjabar/Seli Andina Miranti)

JM mengaku, dalam sehari, dirinya bisa minum antara dua hingga tiga botol minuman keras setelah bekerja.

Satu botol minuman keras yang biasa diminum JM, lanjutnya, harganya minimal Rp 80 ribu, sehingga tak cukup bila hanya memakai uang hasil kerjanya.

Kini, ntuk mempertanggungjawabkan kesalahannya, JM pun kini harus meringkuk di balik jeruji besi.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa pencurian dengan kekerasan terjadi di lingkungan SMK PPN Tanjungsari.

Seorang siswi kelas XII menjadi korban penjambretan saat bermain ponsel di depan ruang kelas.

Situasi saat kejadian terbilang sepi karena bertepatan dengan ibadah Salat Jumat. Akibat kejadian tersebut, korban menderita luka sobek di bagian telapak tangan.

Polres Cirebon Gelar 16 Adegan Rekonstruksi, Suami yang Bunuh Istrinya Akibat Dibakar Api Cemburu

Wali Kota Semarang Menjelaskan Soal Pernyataannya yang Menyebut Tidak Dukung Jokowi Jangan Pakai Tol

Begini Kronologi Penganiayaan Dua Pegawai KPK di Hotel Borobudur Menurut Polisi

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved